Emil Dardak Sebut Angka Kemiskinan di Jatim pada 2025 Turun
Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak menyebut angka kemiskinan 2025 turun menjadi 9,5 persen. Pemprov menargetkan penurunan lebih lanjut ke 9,1 persen lewat program terintegrasi.
SITUBONDO, SJP – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan angka kemiskinan di Jawa Timur pada 2025 mengalami penurunan menjadi 9,5 persen. Angka ini turun 0,06 persen dibandingkan September 2024 yang tercatat 9,56 persen.
Menurut Emil, penurunan tersebut tidak hanya berasal dari penyaluran bantuan, tetapi juga hasil dari program terintegrasi yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi melakukan pendampingan dengan melibatkan berbagai unsur pilar sosial,” ujar Emil Dardak saat menyalurkan bansos dan bantuan keuangan khusus di Kabupaten Situbondo, Selasa (9/9/2025).
Dalam kesempatan itu, Emil menyalurkan bantuan sosial dan bantuan keuangan khusus senilai Rp7,329 miliar. Bantuan meliputi PKH Plus untuk 1.698 keluarga, bantuan kemiskinan ekstrem untuk 710 orang, serta bansos KIP Putri KPM Jawara bagi 100 penerima.
Selain itu, 10 desa di Situbondo juga menerima bantuan keuangan khusus sebesar Rp100 juta per desa, yang diberikan kepada empat BUMDes, tiga desa berdaya, dan tiga desa penerima program Jatim Puspa.
Emil menyebut angka kemiskinan ekstrem di Jawa Timur saat ini berada di level 0,06 persen. Namun ia menegaskan data tersebut masih bersifat dinamis.
“Data kemiskinan ini memang masih dinamis, bisa jadi masih ada yang belum tercover dalam angka-angka itu,” jelasnya.
Pemprov Jatim menargetkan penurunan angka kemiskinan lebih lanjut menjadi 9,1 persen hingga akhir 2025. Strategi yang dijalankan antara lain pendampingan UMKM melalui Milenial Job Center (MJC).
“Sudah ada 10 ribu lebih pelaku UMKM yang kami dampingi melalui MJC,” terang Emil.
Selain itu, tahun ini Pemprov Jatim juga menyalurkan dana bergulir untuk UMKM senilai ratusan miliar rupiah, yang telah disetujui DPRD Jawa Timur. (**)
Editor : Rizqi Ardian
Sumber: Beritasatu.com
What's Your Reaction?

