Pesan Bupati Bondowoso Kepada Sekda : Turun ke Bawah, Dengarkan Aspirasi dan Pecahkan Masalah

Sekda adalah pelayan masyarakat yang sejati. Turun ke lapangan, dengarkan aspirasi, pecahkan masalah, dan bekerja dengan hati. Jadilah contoh dalam menegakkan disiplin ASN, menjadi garda depan dalam penegakan integritas, serta menjadi teladan dalam memberikan pelayanan publik yang prima.

11 Jul 2025 - 12:05
Pesan Bupati Bondowoso Kepada Sekda : Turun ke Bawah, Dengarkan Aspirasi dan Pecahkan Masalah
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid saat melantik Sekda di Pendopo Raden Bagus Assra (Foto : Rizqi /SJP)

BONDOWOSO, SJP – Setelah melalui proses seleksi jabatan, akhirnya Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid melantik dan menetapkan Dr Fathur Rozi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, pada Jumat (11/7/2025) di pendopo Raden Bagus Assra.

Sebagai pejabat tertinggi dalam struktur birokrasi Aapratur Sipil Negara (ASN) Sekda memiliki peran kunci dalam mengkoordinasikan seluruh perangkat daerah, menyusun kebijakan strategis, serta menjamin berjalannya roda pemerintahan secara efektif, efisien, dan akuntabel.

Lebih dari sekadar jabatan administratif, Sekda juga dituntut menjadi penggerak harmonisasi antar perangkat daerah, jembatan komunikasi antara pimpinan dan pelaksana kebijakan, serta penjaga kesinambungan pemerintahan dan pembangunan daerah. 

Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid memiliki harapan besar kepada Sekda untuk menjadi motor penggerak transformasi birokrasi yang profesional, adaptif, responsif, serta berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Bupati yang karib disapa Ra Hamid ini mengatakan, pelantikan bukan sekadar seremoni pengisian jabatan, melainkan sebuah titik awal dari pengabdian dan amanah besar yang harus diemban, terlebih di tengah tuntutan masyarakat yang semakin kompleks, serta dinamika sosial, ekonomi, dan politik yang bergerak sangat cepat.

“Kita membutuhkan figur Sekda yang mampu membangun sinergi, menjunjung nilai-nilai kolaborasi, dan mampu menjadi perekat soliditas organisasi perangkat daerah,” katanya usai prosesi pelantikan.

Seorang Sekda, kata Ra Hamid, harus mampu membaca arah kebijakan nasional, menyelaraskannya dengan program daerah, serta mendorong percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi, digitalisasi layanan publik, dan tata kelola pemerintahan yang transparan serta akuntabel.

“Pesan saya, Sekda bisa menjadi pelayan masyarakat yang sejati. Turun ke lapangan, mendengar aspirasi, memecahkan masalah, dan bekerja dengan hati. Sekda harus menjadi contoh dalam menegakkan disiplin ASN, menjadi garda depan dalam penegakan integritas, serta menjadi teladan dalam memberikan pelayanan publik yang prima,” harapnya.

Kabupaten Bondowoso memiliki banyak tantangan di masa yang akan datang. Isu-isu strategis seperti peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi lokal, pengentasan kemiskinan, pengendalian inflasi, pelayanan dasar yang merata, serta akselerasi pembangunan infrastruktur, membutuhkan kerja bersama yang solid dan terarah.

“Saya mengajak seluruh jajaran perangkat daerah untuk memberikan dukungan penuh kepada Sekda dalam menjalankan tugas-tugasnya. Jangan ada ego sektoral, jangan ada sekat-sekat birokrasi yang menghambat kerja-kerja pembangunan. Kita harus satu visi, satu barisan, satu gerak langkah demi Bondowoso yang lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow