Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Bupati Bondowoso Tekankan Profesionalitas dan Pelayanan Publik

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid melantik pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab Bondowoso serta menegaskan pentingnya profesionalitas, disiplin kerja, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

05 Feb 2026 - 13:00
Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Bupati Bondowoso Tekankan Profesionalitas dan Pelayanan Publik
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid saat membacakan kata-kata pelantikan di Pendopo Raden Bagus Assra (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP - Genap sepekan usai pelantikan 11 pejabat eselon II hasil open bidding bersama ratusan pejabat eselon III dan IV pada 29 Januari lalu, kini Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid kembali melantik 15 pejabat setingkat camat, lurah, administrator dan pengawas, di Pendopo Raden Bagus Assra, Kamis (5/2/2026).

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan, jabatan bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan secara moral, administratif, dan spiritual.

“Di balik sumpah yang diucapkan, melekat tanggung jawab besar, bukan hanya kepada negara dan masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Abdul Hamid Wahid dalam sambutannya.

Menurutnya, pejabat administrator dan pengawas memiliki peran strategis sebagai penggerak organisasi sekaligus penghubung antara kebijakan pimpinan dan pelaksanaan teknis di lapangan. Karena itu, mereka dituntut mampu memastikan setiap program berjalan efektif, pelayanan publik terlaksana dengan baik, serta pengelolaan sumber daya dilakukan secara akuntabel.

Bupati juga menekankan tiga hal utama yang harus menjadi perhatian para pejabat yang baru dilantik. Pertama, menjaga dan meningkatkan profesionalitas aparatur. 

"Profesionalitas tidak hanya menyangkut kemampuan teknis, tetapi juga etika, sikap, dan komitmen terhadap tugas," tegasnya.

Pesan kedua yang disampaikan bupati, yakni, menegakkan disiplin sebagai fondasi kinerja. Disiplin waktu, disiplin kerja, dan kepatuhan terhadap aturan harus menjadi budaya kerja. 

“Dari disiplin akan lahir keteladanan, dan dari keteladanan akan tumbuh kepercayaan,” ucap bupati yang karib disapa Ra Hamid ini.

Selain itu, Ra Hamid menyampaikan pesan ketiga, di mana pejabat yang baru dilantik harus bisa meningkatkan kualitas pelayanan publik. 

"Aparatur pemerintah hadir untuk melayani masyarakat, bukan sebaliknya. Pelayanan harus diberikan secara cepat, tepat, transparan, dan berkeadilan, serta meninggalkan pola kerja lama yang berbelit-belit," pesannya.

Selain itu, Ra Hamid juga mengingatkan agar para pejabat mampu menjadi pemimpin di unit kerja masing-masing, meskipun dalam lingkup terbatas. Ia mendorong terciptanya komunikasi yang baik dengan bawahan, suasana kerja yang kondusif, serta kepemimpinan yang humanis namun tetap tegas.

“Harapan saya, pejabat yang dilantik hari ini dapat bekerja dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab, serta memberi kontribusi nyata dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan pelayanan publik yang semakin berkualitas,” tandasnya.

Sementara itu Puspo Pranoto, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bondowoso, menyampaikan untuk selanjutnya juga akan ada pelantikan kepala sekolah, yang mekanismenya masih dibahas di Dinas Pendidikan.

"Masih dibahas di Dinas Pendidikan bersama tim pertimbangan, baru akan dilimpahkan ke BPSDM," pungkasnya. 

Seperti diketahui, ada 2 camat yang kosong kar3na purna tugas. Rinciannya, Camat Pujer dijabat oleh Zulfikar Ardiansyah. Kemudian Camat Grujugan dijabat oleh Azas Suwardi. Selanjutnya ada pergeseran di tingkat sekretaris Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan pejabat administrator dan pengawas. (*)

Editor: Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow