Pertanian Kota Batu Siap Go International, Dilirik Belanda dan Jepang

Dari kedua pertemuan ini, benang merahnya jelas bahwa pertanian Kota Batu punya peluang besar untuk naik kelas, bahkan segera dapat bertarung di pasar internasional

03 Jul 2025 - 20:34
Pertanian Kota Batu Siap Go International, Dilirik Belanda dan Jepang
Wali Kota Batu Nurochman saat menemui perwakilan Jepang (ist/Prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJP – Potensi sektor pertanian di Kota Batu ternyata menjadi perhatian dunia internasional. Sempat menjalin komunikasi strategis dengan delegasi  Belanda, giliran Jepang yang melirik potensi besar pertanian dataran tinggi ini. Kolaborasi internasional tersebut membuka peluang lebar bagi produk pertanian Kota Batu untuk menembus pasar global.

Wali Kota Batu Nurochman menegaskan bahwa Kota Batu tak bisa hanya mengandalkan sektor pariwisata. Di bawah kepemimpinannya, pertanian justru menjadi amunisi utama menatap masa depan.

“Mayoritas masyarakat kami bergantung pada pertanian. Jadi tidak boleh ada trade-off antara pariwisata dan pertanian dan harus bisa berjalan bersama. Waktu itu pertemuan kami dengan Tim Ahli dari Shimonoseki City University, Jepang dan mereka menyampaikan ketertarikannya untuk menjalin kerjasama konkret di sektor pertanian," ujarnya, Kamis (3/7/2025).

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut menegaskan bahwa pembicaraan mencakup teknologi smart farming, manajemen rantai pasok, hingga edukasi bagi petani.

Cak Nur mengaku sudah berbincang dengan Mr. Shinji Okazaki, ketua tim dari pihak Jepang yang menyebut bahwa Kota Batu memiliki potensi besar sebagai pusat pertanian dataran tinggi di Asia Tenggara sehingga muncul ide untuk berbagi sistem pertanian modern, dari teknologi hingga manajemen.

“Kami berharap kerja sama ini dapat mengantarkan pertanian Kota Batu menjadi yang terdepan di ASEAN bahkan dunia," kata Cak Nur.

Dari kedua pertemuan ini, menurut dia, benang merahnya jelas bahwa pertanian Kota Batu punya peluang besar untuk naik kelas, bahkan segera dapat bertarung di pasar internasional. Gagasan untuk melibatkan petani muda dalam ekosistem pertanian cerdas juga terus dikuatkan melalui inisiatif CooSAE (Cooperative of Smart Agriculture Ecosystem).

"Dengan pelatihan dan jejaring global, generasi muda disiapkan menjadi pionir pertanian modern di Kota Batu," tukasnya.

Seperti yang pernah ditulis sebelumnya, Kota Batu juga sempat menerima kunjungan dari delegasi Westland City, Belanda, yang dikenal sebagai salah satu pusat agrikultur paling canggih di dunia. Mereka membawa tawaran kerjasama strategis mulai dari smart greenhouse, hidroponik, pertukaran petani muda hingga kemungkinan investasi agroindustri.

Dalam kesempatan itu, delegasi Belanda juga melihat langsung praktik pertanian lokal dengan mengunjungi Padda Coffee dan ladang wortel di Kecamatan Bumiaji. (*)

Editor : Danu S

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow