Pembangunan Kedaruratan Pasca Banjir Bandang di Wonoboyo Bondowoso Sudah Rampung 100 Persen
Saat ini, Dinas BSBK Kabupaten Bondowoso telah merampungkan pembangunan bronjong di beberapa titik dan duiker.
BONDOWOSO, SJP – Pembangunan infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang yang menerjang Desa Wonoboyo Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, pada tanggal 3-4 Februari 2025 lalu, sudah rampung 100 persen.
Seperti dikethaui, selain ratusan rumah rusak, banjir bandang terbesar dalam beberapa tahun terakhir ini, juga meluluhlantakkan jalan desa, saluran irigasi, sawah, dan beberapa bendungan atau dam yang ada di Desa Wonoboyo, Leprak dan Pandak.
Namun, yang menjadi perhatian dari Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso, adalah masalah kedaruratan rekontruksi bronjong penahan air di RT 10 Desa Wonoboyo, yang berada tepat di sisi sungai.
Menurut Ansori, Plt Kepala Dinas BSBK Bondowoso, pasca bencana pihaknya langung fokus membangun tanggul penahan air yang jebol. Karena, jika tidak segera dibangun, saat hujan dan debit air sungai Wonoboyo meningkat, maka akan meluap lagi ke rumah warga.
“Bronjong sepanjang 61,5 meter sebagai ‘tangkis’ di hulu Kali Gunung Putri sudah 100 persen selesai digarap. Titik ini menjadi perhatian BSBK Bondowoso, agar jika sewaktu-waktu debit air meningkat, tidak meluber ke pemukiman warga,” katanya, Selasa (11/3/2025).
Selain di RT 10, pembangunan bronjong di hilir Kali Gunung Putri juga menjadi sasaran BSBK Bondowoso. Karena, lokasi ini berada di sisi jalan masuk satu-satunya ke Desa Wonoboyo.
“Untuk pembangunan bronjong di hilir Kali Gunung Putri sepanjang 36 meter juga sudah selesai dibangun. Ini dibangun untuk menjaga kontruksi jalan menuju Desa Wonoboyo tidak terkikis oleh debit air, sehingga warga bisa dengan tenang melintas,” ungkap Ansori.
Ansori juga mengatakan, kerusakan duiker yang sempat memutus akses jalan kendaraan roda 4, saat ini sudah bisa dilalui, dengan pemasangan besi rel sebagai penyangga duiker.
“Sekarang semua kendaraan sudah bisa masuk, sehingga mobilitas warga di Desa Wonoboyo sudah tidak lagi terhambat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Wonoboyo, Tubaini mengaku tenang saat tanggul atau tangkis di Kali Gunung Putri sudah rampung digarap. Pasalnya, lokasi tersebut menjadi titik terparah saat banjir bandang menerjang pada awal Februari lalu.
“Sekarang warga sudah tidak was-was lagi. Tanggul sudah aman dan akses jalan sudah bisa dilalui, sehingga kami tidak terisolasi lagi. Terima kasih kepada Pemkab dan semua OPD,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

