Musim Kemarau Mulai Berdampak, BPBD Blitar Salurkan Air Bersih untuk Warga di Wates

Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Blitar. Dusun Sidorejo, Desa Sukorejo, Kecamatan Wates menjadi daerah pertama yang menerima bantuan distribusi air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar pada musim kemarau 2026.

23 Jul 2026 - 13:10
Musim Kemarau Mulai Berdampak, BPBD Blitar Salurkan Air Bersih untuk Warga di Wates
Petugas BPBD Kabupaten Blitar droping air bersih. (Foto : dok/Istimewa)

BLITAR, SJP - Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Blitar.

Dusun Sidorejo, Desa Sukorejo, Kecamatan Wates menjadi daerah pertama yang menerima bantuan distribusi air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar pada musim kemarau 2026.

Sebanyak 12.000 liter air bersih atau dua rit tangki disalurkan BPBD kepada warga pada Rabu (22/7/2026). Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 208 kepala keluarga (KK) atau sekitar 539 jiwa yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat menurunnya debit air sumur selama musim kemarau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Wahyudi, mengatakan dropping air bersih dilakukan sebagai langkah awal penanganan dampak kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat.

"Kami sudah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Dusun Sidorejo, Desa Sukorejo, Kecamatan Wates. Bantuan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mulai terdampak kekeringan," ujarnya, Kamis (23/7/2026).

Penyaluran air bersih dilakukan di RT 02 dan RT 03 RW 01, serta RT 02, RT 03, dan RT 04 RW 02 Dusun Sidorejo. Warga memanfaatkan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

Wahyudi menjelaskan, BPBD akan terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di wilayah Kabupaten Blitar. Apabila masih terdapat desa yang mengalami krisis air bersih, distribusi bantuan akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.

"Dropping air bersih ini sebagai upaya penanganan dampak kekeringan. Secara bertahap kami akam melakukan penyaluran," jelas dia.

Menurutnya, memasuki puncak musim kemarau, potensi kekeringan diperkirakan akan meluas sehingga masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD apabila mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow