Persiapan Muktamar NU Dimatangkan, Gus Ipul Dipercaya Menjadi Ketua Panitia

Dalam struktur kepanitiaan konferensi besar, musyawarah nasional alim ulama, dan muktamar, Gus Ipul dipercaya untuk mengemban peran penting dalam rangkaian agenda tersebut.

30 Mar 2026 - 11:00
Persiapan Muktamar NU Dimatangkan, Gus Ipul Dipercaya Menjadi Ketua Panitia
Gus Ipul menyapa pendamping PKH saat berkunjung ke Trenggalek. (Beny/SJP)

TRENGGALEK, SJP–Proses persiapan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) mulai memasuki tahap pematangan. Sejumlah agenda pendahuluan, termasuk Konferensi Besar (Konbes) dan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama, direncanakan digelar sebelum pelaksanaan muktamar.

Salah satu panitia, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, di sela kegiatannya di Trenggalek pada Minggu (29/3/2026) sore, menyampaikan bahwa struktur kepanitiaan inti saat ini telah dibentuk.

“Jadi, muktamar sedang dalam proses persiapan. Kepanitiaan inti sudah dibentuk. Insyaallah, sebelum muktamar nanti akan diselenggarakan konferensi besar dan munas alim ulama,” ujar Gus Ipul.

Dalam struktur kepanitiaan konferensi besar, musyawarah nasional alim ulama, dan muktamar, Gus Ipul dipercaya untuk mengemban peran penting dalam rangkaian agenda tersebut.

“Saya kebetulan dipercaya selaku ketua panitia konferensi besar dan munas alim ulama, sekaligus nanti ketua panitia muktamar,” jelasnya.

Menurut Gus Ipul, dalam struktur kepanitiaan, Katib Aam ditunjuk sebagai Ketua Steering Committee (SC) dengan Prof. Muhammad Nuh sebagai Sekretaris SC. Sementara itu, posisi Sekretaris Organizing Committee (OC) diisi oleh Lora Amin Said Husin.

“Saat ini kami sedang bersiap untuk melengkapi struktur kepanitiaan. Setelah itu, kami akan menyusun materi untuk konbes dan munas, sekaligus ini dijadikan materi untuk muktamar,” tambahnya.

Terkait dinamika internal organisasi, Gus Ipul memastikan kondisi Nahdlatul Ulama tetap kondusif menjelang muktamar.

“Kondusif, kondusif. NU kondusif,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa perbedaan pandangan yang muncul akan diselesaikan dengan semangat mencari solusi bersama.

“Perbedaan diatasi dengan semangat untuk mencari solusi,” katanya.

Mengenai lokasi penyelenggaraan muktamar, Gus Ipul menyebut hingga kini belum ada keputusan resmi. Meski banyak daerah yang mengajukan diri sebagai tuan rumah, penentuan lokasi masih menunggu hasil rapat.

“Belum, sedang dirapatkan, belum diputuskan. Yang mengusulkan banyak, tetapi tentu nanti akan diputuskan melalui rapat,” ujarnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa muktamar pasti digelar di Jawa Timur.

“Ya, belum tentu. Namun, usulan-usulan dari berbagai daerah insyaallah kondusif, berjalan sesuai ketentuan, dan akan bermuktamar sesuai tradisi NU. Perbedaan diatasi dengan semangat untuk mencari solusi," imbuhnya.

Terkait kemungkinan pencalonan Ketua Umum PBNU, Gus Ipul menegaskan bahwa semua pihak memiliki peluang yang sama selama memenuhi syarat.

“Ya, semuanya bisa, siapa pun boleh. Namun, yang menentukan kan nanti muktamirin,” katanya.

Namun, ketika ditanya mengenai peluang dirinya maju, Gus Ipul merendah sambil berseloroh.

“Potongan saya pantas apa tidak? Banyak yang lain lah. Tidak ada potongan saya jadi ketua umum,” selorohnya.

Menurut Gus Ipul, pelaksanaan muktamar direncanakan berlangsung pada pertengahan tahun 2026.

“Kalau muktamarnya insyaallah rencananya di bulan Juli atau selambat-lambatnya Agustus,” jelasnya.

Sementara itu, Konferensi Besar dan Musyawarah Nasional Alim Ulama dijadwalkan lebih awal.

“Kalau untuk konbesnya kira-kira April, bulan depan. Mohon doa restunya saja, semoga semuanya berjalan dengan baik,” pungkas Gus Ipul. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow