Persiapan Imlek 2577: Ritual Penyucian Diri dan Harapan Keselamatan di Klenteng Sumber Naga Probolinggo

Menjelang Tahun Baru Imlek 2577, jemaat Klenteng Tri Dharma Sumber Naga Probolinggo melaksanakan ritual pembersihan klenteng dan rupang para Dewa. Lebih dari sekadar tradisi, aksi bersih-bersih ini memiliki filosofi Kilesa—yakni upaya membuang kotoran batin, rasa iri, dengki, dan amarah.

11 Feb 2026 - 22:12
Persiapan Imlek 2577: Ritual Penyucian Diri dan Harapan Keselamatan di Klenteng Sumber Naga Probolinggo
Prosesi pemyucian dewa. (Foto: Rizky Putra/SJP).

KOTA PROBOLINGGO, SJP - Menjelang tibanya Tahun Baru Imlek 2577, suasana khidmat dan penuh gotong royong menyelimuti Klenteng Tri Dharma Sumber Naga, Kota Probolinggo, pada Rabu (11/2/2026).

Puluhan umat Tionghoa berkumpul sejak pagi hari di klenteng yang berlokasi di Jalan WR Supratman tersebut untuk melaksanakan tradisi tahunan berupa pembersihan tempat ibadah secara menyeluruh.

Kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih fisik biasa. Ritual dimulai setelah pelaksanaan sembahyang pada Selasa malam, yang bertujuan menghantarkan para dewa kembali ke Nirwana. Setelah para dewa diyakini "naik", barulah jemaat mulai menyentuh dan membersihkan rupang (patung dewa), mengayak abu sisa persembahyangan, hingga menyapu setiap sudut ruangan klenteng.

Dalam prosesi ini, terdapat aturan ketat yang harus dipatuhi. Ketua 2 Klenteng Tri Dharma Sumber Naga, Ervan Sudjianto, menjelaskan bahwa petugas yang menangani pembersihan rupang tidak boleh sembarangan. Setiap koordinator wajib menjalani laku prihatin sebelum hari pembersihan dimulai.

"Dalam pembersihan ini terdapat syarat-syarat yang salah satunya setiap dewa yang dibersihkan memiliki koordinator yang 7 hari sebelumnya tidak memakan daging atau vegetarian," kata Ervan Sudjianto.

Meskipun secara teknis waktu pembersihan dialokasikan selama tujuh hari, semangat kebersamaan jemaat biasanya membuat pekerjaan ini selesai hanya dalam waktu dua hari. Secara filosofis, kegiatan ini dikenal dengan istilah Kilesa, yang bermakna penyucian batin. Membersihkan debu dan kotoran di klenteng dipandang sebagai simbolisasi dari membuang kekotoran hati, mulai dari rasa iri, dengki, hingga amarah yang terpendam selama setahun terakhir.

Menyongsong tahun 2026 yang dalam penanggalan Tionghoa merupakan Tahun Kuda Api, doa-doa khusus dipanjatkan agar kondisi bangsa semakin stabil, terutama dari sisi ekonomi.

"Bertepatan dengan tahun kuda api, harapan saya agar Indonesia khususnya Kota Probolinggo lebih baik di tengah perekonomian saat ini, serta dijauhkan dari bencana," imbuh Ervan.

Antusiasme juga dirasakan oleh para pemuda-pemudi klenteng, salah satunya Marcela. Baginya, ikut serta dalam prosesi pembersihan adalah bentuk konsistensi iman dan pengabdian. Ia yang sebelumnya aktif di Jakarta, kini turut berpartisipasi memastikan Klenteng Sumber Naga siap menyambut tahun yang baru dengan semangat yang lebih segar.

"Kebetulan sebelum saya di Jakarta, juga sebagai pemuda-pemudi klenteng, harapan saya di Imlek tahun ini semoga lebih baik dari tahun sebelumnya dari segala hal," ujar Marcela.

Dengan rampungnya pembersihan ini, jemaat berharap dapat merayakan Imlek dengan hati yang bersih, sehingga keberkahan dan kedamaian dapat senantiasa menaungi Kota Probolinggo di tahun yang baru. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow