Pernah Puasa demi Hemat Uang Kuliah, Ratna Kini Jadi Direktur Rumah Sakit di Tuban

Pernah berpuasa demi menghemat uang kuliah dan meminjam buku karena keterbatasan ekonomi, Ratna Ernawati kini dipercaya menjadi Direktur Rumah Sakit Muhammadiyah Tuban periode 2026-2030.

05 Jul 2026 - 20:21
Pernah Puasa demi Hemat Uang Kuliah, Ratna Kini Jadi Direktur Rumah Sakit di Tuban
Inspirasi Ratna Ernawati, alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) yang kini menjabat direktur Rumah Sakit Muhammadiyah Tuban. (Foto: unair.ac.id)

TUBAN, SJP - Perjuangan hidup tak pernah membuat Ratna Ernawati menyerah pada keadaan. Saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar hingga SMP, ia terbiasa membantu ibunya berjualan es lilin dan gorengan demi menambah penghasilan keluarga. Sepulang sekolah, Ratna membuat sirup, mengangkat termos berisi es, lalu menitipkannya ke warung-warung sebelum akhirnya belajar di rumah.

Keterbatasan ekonomi itu terus membayangi hingga ia diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR). Namun, impian menjadi dokter tak pernah ia lepaskan.

Demi mengurangi beban orang tua, Ratna berusaha memperoleh beasiswa. Saat kondisi keuangan benar-benar sulit, ia bahkan memilih berpuasa agar uang sakunya cukup hingga akhir bulan. Buku-buku kuliah yang harganya mahal pun tak mampu ia beli. Sebagai gantinya, ia meminjam diktat milik teman agar tetap bisa mengikuti perkuliahan.

“Saya percaya bahwa keadaan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Pendidikan adalah jalan untuk mengubah kehidupan,” ujar Ratna.

Pengalaman hidup dalam keterbatasan justru membentuk karakter Ratna menjadi pribadi yang tangguh dan disiplin. Baginya, profesi dokter bukan sekadar menguasai ilmu kedokteran, tetapi juga memahami penderitaan dan harapan pasien.

“Saya belajar bahwa menjadi dokter bukan hanya tentang kemampuan menyembuhkan penyakit, tetapi juga tentang kemampuan mendengarkan, memahami, dan menghadirkan harapan bagi pasien,” tuturnya.

Ketekunan itu akhirnya membawanya meraih berbagai pencapaian. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi tersebut kini dipercaya memimpin Rumah Sakit Muhammadiyah Tuban sebagai Direktur untuk periode 2026-2030.

Ratna menilai jabatan bukanlah tujuan akhir. Menurutnya, kepemimpinan lahir dari proses panjang, integritas, kemauan untuk terus belajar, dan kesediaan melayani orang lain.

Ia pun berpesan kepada generasi muda agar tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk menyerah.

“Jangan takut berjalan pelan, yang penting jangan berhenti. Teruslah belajar, terus memperbaiki diri, dan jangan kehilangan harapan ketika keadaan terasa berat,” pesannya.

Perjalanan Ratna menjadi bukti bahwa langkah kecil seorang anak yang pernah membantu ibunya menjual es lilin dan rela menahan lapar demi kuliah dapat mengantarkannya memimpin sebuah rumah sakit. Keterbatasan tidak menentukan masa depan, selama mimpi terus diperjuangkan. (**)

Sumber: unair.ac.id

Editor: Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow