Lamongan Peroleh Alokasi Program Bongkar Ratoon Tebu 1.385 Hektare pada 2026
Kabupaten Lamongan kembali memperoleh alokasi Program Bongkar Ratoon Tebu seluas 1.385 hektar pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada gula nasional. Hingga pertengahan Juni 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian telah mengusulkan 940,18 hektar lahan ke pemerintah pusat dan provinsi, sehingga masih tersedia sekitar 444 hektar kuota bagi petani yang ingin mendaftar
LAMONGAN,SJP – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mendukung program strategis pemerintah dalam upaya mewujudkan swasembada gula nasional. Setelah menerima bantuan Program Bongkar Ratoon Tebu seluas 274,26 hektare pada tahun 2025, Kabupaten Lamongan kembali memperoleh alokasi program serupa seluas 1.385 hektare untuk tahun 2026.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Mugito, mengatakan hingga pertengahan Juni 2026 pihaknya telah mengusulkan lahan seluas 940,18 hektare kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Pertanian untuk mendapatkan bantuan Program Bongkar Ratoon Tebu.
Menurutnya, masih tersedia sekitar 444 hektare kuota yang dapat dimanfaatkan oleh petani tebu di Lamongan yang memenuhi persyaratan program.
"Kabupaten Lamongan tahun ini mendapatkan alokasi Program Bongkar Ratoon Tebu seluas 1.385 hektare. Hingga saat ini telah kami usulkan 940,18 hektare dan masih tersedia sekitar 444 hektare. Petani yang berminat masih dapat mengajukan lahannya untuk diusulkan," ujar Mugito saat kegiatan panen tebu serentak.
Dalam program tersebut, petani penerima bantuan memperoleh dukungan berupa bibit tebu sekitar 60 ribu mata tunas per hektare. Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan biaya tenaga kerja (HOK) sekitar Rp4 juta per hektare, dengan batas maksimal bantuan untuk lahan seluas lima hektare per petani.
Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menunjukkan bahwa produksi tebu Kabupaten Lamongan pada tahun 2025 mencapai sekitar 23.318 ton. Meski demikian, sejumlah petani menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi, antara lain harga jual tebu yang dinilai kurang kompetitif dibandingkan komoditas lain, seperti jagung.
Selain persoalan harga, petani juga berharap adanya peningkatan dukungan sarana dan prasarana pertanian, termasuk alat dan mesin pertanian modern guna menjaga kualitas rendemen tebu serta ketersediaan pupuk bersubsidi.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memfasilitasi kebutuhan petani dan mendukung keberhasilan program swasembada gula nasional.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas tebu sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Pemerintah Kabupaten Lamongan akan terus mendorong dan memfasilitasi berbagai kebutuhan yang diperlukan guna mendukung keberhasilan program swasembada gula. Diperlukan komitmen bersama agar target produksi dapat tercapai dan memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Yuhronur.
Program Bongkar Ratoon Tebu merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas tanaman tebu melalui peremajaan lahan, sehingga diharapkan mampu mendukung target swasembada gula nasional dalam beberapa tahun mendatang. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

