Peristirahatan Terakhir Ketum Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah di Jombang Diiringi Ribuan Peziarah

Margaret dikenal luas tidak hanya sebagai Ketua Umum Fatayat NU masa khidmah 2022-2027, tetapi juga sebagai komisioner di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

02 Mar 2026 - 19:10
Peristirahatan Terakhir Ketum Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah di Jombang Diiringi Ribuan Peziarah
Ribuan Peziarah hantar almarhum Margaret Aliyatul Maimunah, ke tempat peristirahatan terakhirnya di kompleks Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar Jombang. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP – Suasana duka yang mendalam menyelimuti kawasan Denanyar, Kabupaten Jombang, pada Minggu (1/3/2026) malam. Ribuan orang dari berbagai kalangan mengantarkan Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama, Margaret Aliyatul Maimunah, ke tempat peristirahatan terakhirnya di kompleks Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar.

Sejak petang, kediaman almarhumah di lingkungan Pondok Pesantren Al-Bishri, Mambaul Ma'arif, tak henti-hentinya didatangi peziarah yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Margaret dikenal luas tidak hanya sebagai Ketua Umum Fatayat NU masa khidmah 2022-2027, tetapi juga sebagai komisioner di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Pantauan di lokasi, bendera putih terpasang di gerbang rumah duka. Puluhan karangan bunga dari sejumlah pejabat nasional turut menghiasi area sekitar kediaman, menjadi saksi luasnya pengabdian almarhumah semasa hidup.

Iring-iringan ambulans yang membawa jenazah tiba sekitar pukul 23.00 WIB dan langsung memasuki halaman rumah duka. Setelah prosesi singkat bersama keluarga, jenazah kemudian diberangkatkan menuju kompleks pemakaman Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif.

Pemandangan mengharukan terlihat di sepanjang rute pemakaman. Ribuan santri dan masyarakat berdesakan, bergantian menggotong keranda jenazah. Lantunan tahlil dan shalawat menggema di sepanjang perjalanan dari rumah duka hingga area pemakaman, menciptakan suasana khidmat yang menyentuh hati.

Sebelum dimakamkan, jenazah terlebih dahulu disalatkan di Masjid Jami Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif. Salat jenazah dipimpin oleh KH Marzuki Musta'mar dan diikuti lautan manusia yang memadati masjid hingga halamannya, terdiri dari para santri, tokoh ulama, serta masyarakat umum.

Sejumlah pejabat negara turut hadir dalam prosesi pemakaman, di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Jombang Warsubi, yang larut dalam doa bersama ribuan pelayat.

Setelah prosesi salat jenazah, almarhumah dimakamkan di kompleks pemakaman pondok pesantren, berdampingan dengan para masayikh Mambaul Ma'arif, sebuah penghormatan terakhir yang sangat berarti bagi keluarga dan para pengikutnya.

Kakak kandung almarhumah, KH Sholahudin Abdurahman, menyampaikan bahwa sebelum wafat, Margaret sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, selama hampir dua pekan.

"Kurang lebih 12 sampai 13 hari dirawat di rumah sakit dan sempat berada di ICU," ucapnya di sela persiapan prosesi pemakaman.

Ia menambahkan, almarhumah mengembuskan napas terakhir pada pukul 08.25 WIB, Minggu pagi. Pihak keluarga berharap seluruh masyarakat, khususnya warga Nahdlatul Ulama, berkenan mendoakan almarhumah.

"Kepada seluruh pentakziah dan seluruh kaum Nahdliyyin dan seluruh umat, mohon doanya kepada adik saya tercinta. Mudah-mudahan seluruh amal ibadahnya diterima, diampuni oleh Allah SWT, dan ditempatkan di posisi terbaik di sisi Allah SWT," pungkasnya haru.

Dengan dikebumikannya Margaret di Denanyar, Jombang kini tidak hanya kehilangan salah satu putri terbaiknya, tetapi seluruh Nahdliyyin dan pegiat perlindungan anak Indonesia kehilangan sosok pejuang yang gigih dan berdedikasi tinggi. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow