Peringati World Ocean Days, Marine Buddies Surabaya Bersih-Bersih Pantai Kenjeran

Menjaga laut bukan sekadar memungut sampah, tapi membangun kesadaran kolektif bahwa masa depan manusia bergantung pada ekosistem biru yang kini kian terluka.

15 Jun 2025 - 09:03
Peringati World Ocean Days, Marine Buddies Surabaya Bersih-Bersih Pantai Kenjeran
Kegiatan Beach Clean Up III di pesisir Pantai Kenjeran, Surabaya (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP—Laut bukan sekadar hamparan biru di cakrawala. Ia adalah penyumbang oksigen terbesar di bumi, pengatur iklim global, serta rumah bagi jutaan spesies yang menopang keanekaragaman hayati dunia. Namun ironisnya, laut juga menjadi tempat pembuangan jutaan ton sampah setiap tahunnya.

Kesadaran tersebut yang mendorong komunitas dan berbagai elemen masyarakat untuk terus bergerak. Salah satunya lewat aksi bersih-bersih pantai bertajuk Beach Clean Up III yang digelar di kawasan pesisir Surabaya. Lebih dari sekadar bersih-bersih, kegiatan itu juga bagian dari peringatan sebuah hari penting bagi masa depan bumi, yakni World Oceans Day.

World Oceans Day: Suara Laut untuk Dunia

Gagasan memperingati Hari Laut Sedunia pertama kali muncul dalam Konferensi Bumi tahun 1992 di Rio de Janeiro. Namun, baru pada tahun 2008, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkannya secara resmi sebagai World Oceans Day, yang diperingati setiap 8 Juni.

Bulan Juni kerap menjadi momentum global untuk menyuarakan pentingnya menjaga laut sebagai penopang kehidupan manusia. Dengan tema yang terus diperbarui setiap tahunnya, namun fokus utamanya tetap untuk melindungi laut, mengedukasi masyarakat, dan membangun aksi kolektif lintas negara.

580 Kilogram Sampah Terkumpul

Semangat itu pula yang diusung oleh Marine Buddies Surabaya bersama Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi Universitas Airlangga (UNAIR) saat melaksanakan Beach Clean Up III yang berlokasi di Pantai Kenjeran, Sukolilo, Surabaya.

Mengangkat tema “Sustaining What Sustains Us!”, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 80 peserta dari berbagai kalangan. Kegiatan tersebut mencakup edukasi lingkungan, diskusi terbuka, hingga aksi bersih pantai secara gotong royong.

Menurut Imelda Rismawati, Koordinator Lapangan II, yang terpenting bukan hanya jumlah sampah yang terkumpul, tetapi dampak yang ditinggalkan setelahnya.

"Kami ingin membangun dampak jangka panjang melalui perubahan perilaku dan meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan," ucap Imelda, Ahad (15/6/2025).

Dia juga menjelaskan bahwa jenis sampah yang paling banyak ditemukan bukan hanya plastik, dari total 580 kilogram sampah yang dikumpulkan, ada juga sampah lain yang meliputi sampah kayu, kaca, dan limbah rumah tangga.

Edukasi sebagai Langkah Awal

Aksi simbolik saja tidak cukup. Edukasi dinilai menjadi langkah pertama yang krusial untuk membangun kesadaran dan keterlibatan publik. Hal itu disampaikan oleh Jonatan Aditya Sihombing, Koordinator Lapangan I.

"Dengan aksi nyata ini, kami berharap masyarakat tidak hanya ikut bersih-bersih, tetapi juga merasa memiliki tanggung jawab terhadap ekosistem pesisir," jelas Jonatan.

Dia menambahkan bahwa keselamatan peserta tetap menjadi prioritas, sehingga panitia menyediakan masker, sarung tangan, serta briefing teknis sebelum kegiatan dimulai.

Kolaborasi, Kunci Gerakan Berkelanjutan

Keberhasilan kegiatan tersebut tak lepas dari kerja sama berbagai pihak. Marine Buddies tidak bekerja sendiri. Mereka menggandeng Karang Taruna setempat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta mahasiswa ekonomi UNAIR sebagai mitra kolaborasi.

Gumilang Yusamsi, perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi UNAIR, mengakui bahwa kolaborasi adalah elemen penting yang membuat acara berjalan efektif.

"Dengan kolaborasi ini, acara menjadi lebih terstruktur dan tertata. Harapannya ke depan kami bisa terus berinovasi dan menjangkau lebih banyak pihak," kata Gumilang.

Beach Clean Up III tidak berhenti hanya satu hari saja, penyelenggara berkomitmen untuk terus mengembangkan program serupa, menyasar wilayah pesisir lainnya dan memperluas jaringan kampanye lewat media sosial dan dokumentasi kegiatan. Karena bagi mereka, menjaga laut adalah tanggung jawab semua orang. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow