Perhutani KPH Bondowoso Tutup Jalur Pendakian Gunung Saeng, Piramid, dan Gulgulan

Masyarakat diimbau tidak melakukan pendakian atau aktivitas wisata ke lokasi-lokasi tersebut demi keamanan dan kelestarian alam.

06 May 2025 - 20:45
Perhutani KPH Bondowoso Tutup Jalur Pendakian Gunung Saeng, Piramid, dan Gulgulan
Gunung Gulgulan, Piramid dan Saeng yang berada di kawasan pegunungn Argopuro (Foto: Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Usai terjatuhnya seorang pendaki asal Kabupaten Jember, Fahrul Hidayatullah atau yang karib dipanggil Baim (18) di Gunung Saeng di Desa Sumber Waru, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, akhirnya Perhutani KPH Bondowoso menutup jalur pendakian.

Pengumuman itu disampaikan oleh Misbakhul Munir, Administratur Perum Perhutani KPH Bondowoso, pada Senin, 5 Mei 2025, atau sehari setelah proses evakuasi jenazah dari tebing sedalam 150 meter di Gunung Saeng.

“Perhutani secara resmi melarang pendakian ke Gunung Piramid, Gunung Saeng, dan Gunung Gulgulan, beserta kawasan sekitarnya,” tegasnya saat dikonfirmasi oleh suarajatimpost.com, Selasa (6/5/2025).

Bukan tanpa alasan, Perhutani KPH Bondowoso memiliki pertimbangan yang membuat jalur pendakian ke tiga puncak gunung di kawasan pegunungan Argopuro ini harus ditutup. Di antaranya.

  1. Ketiga gunung tersebut berada di kawasan hutan lindung (petak 23-1 RPH Curahdami dan RPH Wringin Tapung).
  2. Lokasi ini bukan merupakan tempat wisata resmi meskipun mulai ramai di media sosial.
  3. Topografi berbahaya: Medan terjal, kanan kiri tebing curam, serta akses yang sulit. Sehingga sangat berisiko bagi keselamatan pengunjung.

“Masyarakat diimbau tidak melakukan pendakian atau aktivitas wisata ke lokasi-lokasi tersebut demi keamanan dan kelestarian alam,” pungkas Misbakhul Munir.

Seperti diketahui, kejadian terjatuhnya pendaki asal Jember memang menjadi sorotan bagi semua kalangan. 

Baim, pendaki asal Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, dikabarkan terjatuh di Gunung Saeng, yang berdekatan dengan puncak Gunung Piramid dan Gunung Gulgulan yang juga pernah memakan korban warga Bondowoso beberapa tahun lalu.

Baim diketahui naik ke gunung dengan ketinggian 1559 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu, bersama empat temannya dari Kabupaten Jember. Mereka berangkat pukul 07.28 WIB. Pihak Pos Pendakian mendapatkan informasi korban jatuh sekira pukul 13.30 WIB, pada Kamis 1 Mei 2025. 

Pada Jumat (2/5/2025), posisi jenazah sudah ditemukan dan proses evakuasi awal sudah dilakukan pada sore hari. Namun, karena terkendala kabut tebal, evakuasi tidak bisa dilanjutkan pada malam hari. 

Kemudian, pada hari Sabtu (3/5/2025), jenazah korban masih belum bisa dievakuasi, karena kondisi cuaca yang berubah-ubah dan lokasi evakuasi yang sangat terjal. Bahkan, hari itu membuat tim Basarnas Jember mengalami cidera saat proses evakuasi.

Jenazah Baim akhirnya bisa dievakuasi setelah meminta bantuan dari tim Basarnas Surabaya. Sebanyak 5 orang Basarnas Surabaya akhirnya bisa mengevakuasi jenazah korban menggunakan alat tactical ascender, pada Ahad (4/5/2025).

Kemudian, jenazah sampai di titik penjemputan. Tepatnya di Ponkesdes Desa Sumber Waru, sekita pukul 16.45 WIB. Kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara dan selanjutnya akan dimakam di Desa Bangsalsari, Kabupaten Jember. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow