Perempuan di Mojokerto Dilatih Membuat Makanan Olahan Berprotein Tinggi
pelatihan ini memiliki dua tujuan utama yakni meningkatkan keterampilan kader PKK dalam mengolah pangan lokal dan mendorong ekonomi keluarga melalui potensi usaha rumahan.
KOTA MOJOKERTO, SJP - Kelompok perempuan yang tergabung dalam Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Mojokerto mengikuti pelatihan pengolahan makanan tinggi protein berbahan dasar kedelai.
Pelatihan ini diadakan untuk meningkatkan keterampilan anggota PKK sekaligus membuka peluang usaha baru.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, atau yang akrab disapa Ning Ita, memantau langsung kegiatan ini. Menurutnya, makanan olahan berprotein tinggi sangat penting untuk memenuhi nutrisi anak-anak di usia pertumbuhan.
"Selama ini, kita mengenal kedelai sebagai bahan dasar tempe. Namun, melalui pelatihan ini, kita belajar mengolah kedelai lebih variatif sehingga bisa menjadi pilihan menu lain bagi keluarga," ujar Ning Ita, Selasa (23/9/2025).
Selain tempe, ia menambahkan bahwa kedelai juga dapat diolah menjadi berbagai produk yang bernilai gizi dan ekonomi. Dalam pelatihan ini, anggota PKK mempraktikkan cara membuat sari kedelai, tauwa, cookies, hingga brownies.
"Kami berharap keterampilan ini dapat mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang usaha rumahan," tandasnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto, Lina Desriana Arisandi, menekankan pentingnya pemanfaatan kedelai sebagai pangan lokal yang kaya manfaat.
"Kedelai adalah bahan pangan lokal yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi berbagai olahan makanan sehat dan bernilai jual," ucapnya.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa ada sebagian anak-anak, terutama balita, yang rentan terhadap alergi kedelai.
"Jika membuat olahan kedelai, perlu diperhatikan apakah anak yang mengonsumsi memiliki alergi atau tidak," tambahnya.
Lina menjelaskan bahwa pelatihan ini memiliki dua tujuan utama yakni meningkatkan keterampilan kader PKK dalam mengolah pangan lokal dan mendorong ekonomi keluarga melalui potensi usaha rumahan.
"Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata sinergi antara Pokja 3 dan Pokja 4, yang saling mendukung dalam aspek ketahanan pangan, peningkatan gizi keluarga, serta pengembangan usaha ekonomi kreatif," pungkas Lina. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

