Peran Ahli Gizi Jadi Kunci Keamanan MBG di Bondowoso

Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Dapur SPPG Sumberkalong Bondowoso dikawal langsung oleh Ahli Gizi. Pengawasan ketat terhadap menu, takaran gizi, dan kebersihan dilakukan untuk mengantisipasi keracunan MBG.

16 Jan 2026 - 18:18
Peran Ahli Gizi Jadi Kunci Keamanan MBG di Bondowoso
Ahli Gizi Dapur SPPG Sumberkalong, Feby Andriyanti, S.Tr.Gz saat memastikan standar porsi Program MBG sesuai Juknis BGN. (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Badan Gizi Nasional (BGN) telah menetapkan petunjuk teknis (juknis) dan standarisasi sebagai acuan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh daerah. Pedoman tersebut menjadi rujukan utama untuk memastikan makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga aman dan sesuai kebutuhan gizi.

Di tengah maraknya kasus dugaan keracunan MBG di sejumlah wilayah, peran Ahli Gizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi kunci dalam mengantisipasi risiko tersebut, mulai dari perencanaan menu hingga pengawasan keamanan pangan.

Dapur SPPG Sumberkalong yang berlokasi di Desa Sumberkalong, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, di bawah naungan Yayasan Al-Furqon Pejagan, memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis telah berjalan sesuai juknis dan standarisasi yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.

Ahli Gizi Dapur SPPG Sumberkalong, Feby Andriyanti, menegaskan, seluruh tahapan penyaluran MBG dikawal langsung oleh tenaga ahli gizi untuk mencegah potensi gangguan kesehatan, termasuk keracunan makanan.

“Kami memastikan Program Makan Bergizi Gratis dijalankan sesuai juknis dan standar Badan Gizi Nasional, baik dari sisi takaran gizi maupun keamanan pangan,” ujarnya, dikonfirmasi melalui sambungan telepon, pada Jumat (16/1/2026).

Menurut Feby, setiap menu MBG disusun berdasarkan standar porsi dan prinsip gizi seimbang yang telah ditetapkan, sehingga makanan yang disajikan sesuai dengan kebutuhan energi dan zat gizi penerima manfaat, khususnya pelajar.

“Menu tidak disusun sembarangan. Semua dihitung berdasarkan kebutuhan energi, protein, lemak, karbohidrat, dan serat. Ini penting agar siswa tidak hanya kenyang, tetapi juga mendapatkan asupan gizi yang tepat,” jelasnya.

Ia menambahkan, penerapan juknis BGN mencakup seluruh proses, mulai dari perencanaan menu, pemilihan bahan pangan, pengolahan, hingga penyajian makanan. Seluruh tahapan tersebut dilakukan dengan perhitungan gizi yang terukur dan pengawasan ketat terhadap kebersihan serta keamanan bahan makanan.

“Peran Ahli Gizi sangat penting untuk memastikan bahan pangan layak konsumsi, proses pengolahan higienis, dan porsi sesuai standar. Ini menjadi langkah antisipatif agar tidak terjadi keracunan MBG,” tegas Feby.

Lebih lanjut, ia menyebut kepatuhan terhadap juknis dan standarisasi BGN merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas layanan serta melindungi kesehatan penerima manfaat.

“Dengan mengikuti pedoman yang ada, kami berupaya menjaga mutu, keamanan pangan, dan memastikan tujuan Program Makan Bergizi Gratis benar-benar tercapai,” pungkasnya.

Melalui penerapan juknis dan standarisasi Badan Gizi Nasional serta pengawasan ketat oleh Ahli Gizi, Dapur SPPG Sumberkalong berkomitmen mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sebagai program strategis nasional dalam meningkatkan status gizi dan kualitas sumber daya manusia. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow