Penuh Anak Muda, Open House Wisma Jerman Ajak Surabaya Kenali Negeri Inovasi

Ramai sejak pagi, Open House Wisma Jerman 2025 memotret antusiasme anak muda Surabaya yang kian serius menyiapkan jalan ke negeri inovasi.

23 Aug 2025 - 18:04
Penuh Anak Muda, Open House Wisma Jerman Ajak Surabaya Kenali Negeri Inovasi
Pengunjung mengikuti beragam kegiatan dalam rangkaian Open House Wisma Jerman 2025 (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP — Jerman dikenal luas sebagai salah satu negara paling inovatif di dunia. Dari penemuan mesin cetak Johannes Gutenberg, teori relativitas Albert Einstein, hingga vaksin Covid-19 pertama dari BioNTech, negeri ini telah melahirkan berbagai inovasi yang mengubah peradaban manusia.

Semangat itulah yang coba dibawa oleh Wisma Jerman ke Surabaya melalui gelaran Open House mereka di tahun 2025. Acara yang digelar pada Sabtu (23/8/2025), di Wisma Jerman itu mengangkat tema “Deutsch-Sprache der Innovation” atau “Bahasa Jerman adalah Bahasa Inovasi”.

Direktur Wisma Jerman, Mike Neuber, mengatakan bahwa tema inovasi dipilih tidak hanya karena sesuai dengan karakter bangsa Jerman, namun karena tema inovasi selalu relevan sepanjang waktu.

"Inovasi sudah dari dulu sangat penting, tapi rasanya semakin penting juga untuk bisa sukses pada zaman sekarang," jelas Neuber, Sabtu (23/8/2025).

"Jerman juga terkenal inovatif, jadi kami berharap dengan tema yang kami angkat di Open House, bisa memotivasi masyarakat Surabaya dan sekitarnya untuk mengenal inovasi dan budaya Jerman lebih dalam," imbuhnya.

Mike menyebut Open house tahun 2025 menghadirkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari permainan legendaris Rally Wisma Jerman, games interaktif, kursus kilat bahasa Jerman gratis (Schnupperkurs), konsultasi studi ke Jerman, konsultasi kursus serta ujian bahasa Jerman, hingga konsultasi Ausbildung dan pra-integrasi. 

"Jadi kegiatannya lengkap, untuk masyarakat yang hanya sekadar suka dengan Jerman, atau masyarakat yang memang berniat pergi ke Jerman ada," papar Mike.

Adapun kehadiran sejumlah komunitas lokal yang memamerkan inovasi mereka, seperti Surabaya Astronomy Club yang menjelaskan peran Jerman di bidang astronomi, Aksi Cinta Indonesia (ACI) dan Ekoton menampilkan inovasi untuk pelestarian lingkungan.

Selain itu, ada juga penampilan dari Komunitas Mata Hati, dan seniman Doddy Hernanto atau Mr. D yang menghadirkan karya seni berbasis QR Code.

"Kehadiran komunitas yang penuh inovasi itu juga sejalan dengan tema yang diangkat, agar lebih menikmati acara kami tentunya juga menghadirkan suguhan kuliner khas Jerman" 

Mike juga mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terlihat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurut Neuber, sejak pintu dibuka pukul 09.30, ruang acara sudah penuh sebelum resmi dimulai. 

Hal itu dinilainya sebagai bukti meningkatnya minat masyarakat untuk belajar bahasa maupun melanjutkan studi dan karier ke Jerman.

"Banyak orang sekarang lebih tahu tentang Jerman. Program Ausbildung dan peluang kuliah berbiaya rendah membuat mereka tertarik, apalagi ada kesempatan mendapatkan penghasilan langsung dalam bentuk Euro di sana," ujarnya.

Melalui gelaran tahunan Open House, Wisma Jerman berharap pengunjung pulang dengan pengetahuan dan motivasi baru.

"Harapan kami, mereka mendapatkan sesuatu yang berguna ke depan, baik untuk memenuhi impian pergi ke Jerman maupun wawasan baru yang bisa menginspirasi," tutup Neuber.

Antusiasme masyarakat Surabaya yang memenuhi Open House Wisma Jerman di tahun 2025 sejak pagi memberi sinyal jelas bahwa semakin banyak yang menimbang serius masa depan ke liar negeri, khususnya negeri panzer yang inovatif itu.

Pertanyaannya, ketika begitu banyak anak muda bergegas menyiapkan bahasa, studi, dan karier ke luar negeri seperti Jerman, apakah mereka ingin menimba ilmu untuk kembali, atau pergi seperti tagar yang sempat viral di awal tahun 2025 ini? (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow