Penjual Bendera di Gresik Sepi Pembeli, Omzet Anjlok Ditimpa E-Commerce
Penjualan bendera di Gresik anjlok hingga 40 persen menjelang 17 Agustus. Pedagang merugi karena konsumen lebih memilih belanja online yang lebih murah dan praktis dibanding beli langsung.
GRESIK, SJP — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI), pedagang bendera di Kabupaten Gresik mengeluhkan penurunan omzet penjualan hingga 40 persen.
Penurunan ini dirasakan para pedagang musiman yang biasa berjualan di pinggir jalan. Mereka menyebut pembeli kini lebih memilih membeli bendera secara online.
Salah satu pedagang bendera di Gresik, Hamdan, menyebut penjualan tahun ini sangat lesu. Dalam sehari, hanya dua hingga tiga orang yang membeli.
"Omzet tahun ini sedikit sekali. Sehari hanya dua hingga tiga orang yang membeli. Penjual bendera secara online juga berdampak bagi kami penjual bendera musiman di pinggir jalan," kata Hamdan, Kamis (7/8/2025).
Hamdan menyebut, harga bendera yang dijualnya berkisar antara Rp30.000 sampai Rp250.000 per unit, tergantung ukuran dan bahan.
Menurut dia, jenis bendera paling laris adalah ukuran kecil dengan panjang 120 sentimeter yang banyak dicari pembeli sejak awal bulan ini.
Senada dengan itu, Agung, pedagang bendera lainnya, mengaku mengalami nasib serupa. Penjualannya tak seramai tahun-tahun sebelumnya.
"Tahun ini sepi pembeli. Sehari hanya tiga sampai lima orang yang beli. Banyak yang tidak beli bendera baru, menggunakan bendera lama," ungkap dia.
Warga Kecamatan Kebomas, Mega, mengaku lebih memilih membeli bendera secara online melalui e-commerce karena lebih praktis dan murah.
"Kalau di online Rp23.000. Kalau offline bisa sampai Rp30 ribu," tukasnya.
Fenomena ini menjadi tantangan bagi pedagang bendera musiman yang selama ini bergantung pada momen peringatan Hari Kemerdekaan. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

