Penjelasan Kepala Dusun Soal Kronologi Bocah TK Hanyut di Sungai Lodagung, Sempat Ditolong Temannya

Kepala Dusun Plosorejo, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar bermana Rudi Cahyono menerangkan kronologi hanyutnya ADA (6) bocah TK di Sungai Lodagung. Sebelum dilaporkan hilang, korban sempat ditolong temannya dengan cara ditarik. Namun, upaya itu gagal dan korban terbawa arus sungai.

05 Jul 2025 - 15:35
Penjelasan Kepala Dusun Soal Kronologi Bocah TK Hanyut di Sungai Lodagung, Sempat Ditolong Temannya
Warga bersama petugas saat melakukan penyisiran manual di lokasi korban hanyut terbawa arus Sungai Lodagung. (Foto:Ninda Kinanti)

BLITAR, SJP - Beredar informasi yang menyebutkan ADA (6) bocah TK asal Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar yang hanyut terbawa arus Sungai Lodagung dikarenakan terpeleset saat hendak mengambil sandal yang jatuh di sungai pada Jumat (4/7/2025) sore.

Hal ini tidak dibenarkan oleh Kepala Dusun Plosorejo, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar Rudi Cahyono. Berdasarkan informasi yang ia terima dari teman korban berinisial AAD yang saat itu sedang bermain bersama, dijelaskan bahwa keduanya sedang bermain tanah di plengsengan sungai.

Kemudian, saat sedang bermain tanah, diduga korban terpeleset hingga akhirnya tercebur ke sungai.

"Keterangan yang saya dapat dari teman korban ini, saat itu sedang bermain tanah di plengsengan sungai. Di lokasi itu memang ada tempat mencetak batu bata," ujarnya, Sabtu (5/7/2025).

Saat melihat korban tercebur ke sungai, AAD berusaha menolong dengan cara menarik tangan korban. Namun, upaya itu tidak berhasil dan AAD juga nyaris ikut terseret arus sungai.

Beruntung, saat itu AAD pegangan rumput yang cukup kuat di pinggir sungai dan berhasil selamat. Kemudian, ia langsung berusaha mencari pertolongan kepada warga sekitar dan bertemu dengan ayah korban, hingga akhirnya peristiwa ini dilaporkan kepada polisi.

Rudi menyebut sepasang sandal yang ditemukan itu bukan milik korban melainkan milik temannya yang saat itu berusaha menolong ADA.

"Jarak rumah korban dengan sungai itu cukup dekat, sekitar 100-150 meter dan selama ini korban juga sangat jarang bermain di sekitar sungai," terang Rudi.

Sekedar diketahui, ADA (6) bocah TK asal Desa Plosorejo, Kademangan, Blitar dilaporkan hanyut di Sungai Lodagung pada Jumat (4/7/2025) karena terpeleset saat bermain di pinggir sungai.

Pada hari kedua pencarian, ada 50 personel gabungan yang diterjunkan. Proses pencarian dilakukan secara manual dengan cara menyisir sepanjang Sungai Lodagung dengan radius 2 kilometer.

Jika upaya ini tak membuahkan hasil, proses pencarian akan dilanjutkan dengan menggunakan perahu karet.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow