Pengelolaan Perumda Pasar Joyoboyo Memikat Komisi III DPRD Purworejo
Dalam kunjungan tersebut, telah dibahas beberapa materi, yakni terkait mekanisme operasional kinerja Perumda Pasar Joyoboyo, PAD Kota Kediri melalui sektor pasar, serta upaya yang dilakukan Pemkot Kediri untuk meningkatkan kunjungan masyarakat ke pasar.
KOTA KEDIRI, SJP - Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri menerima kunjungan kerja (kunker) dari Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purworejo, Kamis (16/1/2025).
Kunker tersebut dalam rangka studi tiru pengelolaan pasar tradisional oleh Perumda Pasar Joyoboyo. Kegiatan itu berlangsung di Ruang Kilisuci.
Para legislator dari dari Kabupaten Purworejo itu disambut langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Kediri, Ferry Djatmiko.
“Kegiatan ini sangat baik untuk sharing atau tukar pengalaman dalam peningkatan kinerja masing-masing pemerintah daerah. Terutama meningkatkan kinerja program Perumda Pasar Joyoboyo dan juga Dinas Perdagangan Kabupaten Purworejo,” ucap Ferry, Kamis (16/1/2025).
Kunjungan tersebut membahas beberapa materi: tentang mekanisme operasional kinerja Perumda Pasar Joyoboyo dan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Kediri dari sektor pasar.
Hal lainnya yang dijadikan materi studi tiru yaitu tentang upaya yang dilakukan Pemkot Kediri untuk meningkatkan kunjungan masyarakat ke pasar tradisional.
Ferry berharap, kunker tersebut dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan Kabupaten Purworejo maupun Kota Kediri. Seperti peningkatan kualitas pasar dan terjalinnya kerja sama antardaerah.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Purworejo, Tursiati menyampaikan terima kasih atas sambutan yang telah diberikan Pemkot Kediri.
Dia mengungkapkan alasannya memilih Kota Kediri sebagai lokus studi tiru. Yakni karena ingin mengadopsi pengelolaan pasar yang dilakukan oleh Perumda Pasar Joyoboyo.
Sebagai informasi, Komisi III DPRD Kabupaten Purworejo merupakan komisi yang membidangi sektor perekonomian dan pembangunan.
Komisi III DPRD Kabupaten Purworejo turut mengajak unsur organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Yakni Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Dinas Perhubungan. Agar bisa langsung menindaklanjuti hasil studi tiru tersebut.
“Kami tertarik dengan Perumda Pasar Joyoboyo yang mengelola pasar tradisional. Makanya kami mengajak beberapa OPD terkait karena kita ingin menggarap pasar di Purworejo lebih bersih dan rapi,” terang Tursiati.
Saat ini, pengelolaan pasar di Kabupaten Purworejo dikelola oleh pemerintah desa. Untuk itu, kunker itu diharapkan dapat menghasilkan referensi yang bisa diadopsi di Kabupaten Purworejo.
Setelah prosesi penyerahan plakat, rombongan kemudian bertolak ke Pasar Gosir Ngronggo untuk meninjau secara langsung situasi dan kondisi pasar. (adv)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

