Penanganan Kasus DBD di Gresik Dikeluhkan Warga, Begini Penjelasan Dinkes

Warga di Kabupaten Gresik ramai mengeluhkan lambannya penanganan kasus DBD. Unggahan pasien DBD yang didominasi anak-anak viral di media sosial.

28 May 2025 - 14:20
Penanganan Kasus DBD di Gresik Dikeluhkan Warga, Begini Penjelasan Dinkes
Petugas kesehatan di Kabupaten Gresik sedang melakukan fogging di Kecamatan Kebomas. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP—Warga mengeluhkan lambannya penanganan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Gresik. Sebab, saat kasus DBD sedang marak, pengasapan atau fogging belum juga dilakukan. Hal itu ramai diperbincangkan di media sosial sejak sepekan terakhir. 

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, dr. Puspitasari Wardani mengatakan, penggunaan fogging di sebuah wilayah telah mengacu pada petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Dia menyebut, penggunaan fogging hanya akan dilakukan bila ada pasien positif DBD di wilayah tersebut. Pengajuan fogging harus dibuktikan dengan hasil laboratorium darah lengkap, minimal dua kali pemeriksaan yang menunjukkan penurunan jumlah trombosit dan peningkatan hematokrit. Pengajuan fogging akan dilakukan secara gratis.

“Dari Dinas Kesehatan memberikan obat untuk insektisida dan meminjamkan alat fogging-nya. Sedangkan untuk BBM dan petugas pelaksana fogging-nya, koordinasi antara desa dan puskesmas wilayah,” ucap dr. Puspitasari, Rabu (28/5/2025).

Dinkes Gresik mencatat, kasus DBD di Kabupaten Gresik telah menimpa 233 pasien selama bulan Januari hingga Mei 2025. Dari data tersebut, Kecamatan Kebomas menjadi wilayah dengan jumlah kasus DBD tertinggi. Yakni sebanyak 48 pasien.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar perlu partisipasi aktif dari warga untuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN) guna menghilangkan atau mengurangi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti

Penyakit DBD yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti ini menyebar di beberapa wilayah dengan jumlah pasien positif yang bervariatif. 

  1. Kecamatan Duduksampeyan: 8 kasus.
  2. Kecamatan Gresik: 15 kasus
  3. Kecamatan Cerme: 24 kasus
  4. Kecamatan Benjeng: 14 kasus
  5. Kecamatan Kebomas: 48 kasus
  6. Kecamatan Menganti: 8 kasus
  7. Kecamatan Manyar: 39 kasus
  8. Kecamatan Balongpanggang: 12 kasus
  9. Kecamatan Bunga: 3 kasus
  10. Kecamatan Wringinanom: 8 kasus
  11. Kecamatan Driyorejo: 13 kasus
  12. Kecamatan Dukun: 12 kasus
  13. Kecamatan Panceng: 8 kasus
  14. Kecamatan Ujungpangkah: 9 kasus
  15. Kecamatan Sidayu: 6 kasus
  16. Kecamatan Kedamean: 5 kasus
  17. Kecamatan Tambak: 1 kasus.
  18. Kecamatan Sangkapura: 0 kasus. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow