Pemprov Jatim Sambut Positif Tunjangan Rp300 Ribu per Bulan bagi Guru Honorer
Program tersebut digagas sebagai bentuk afirmasi terhadap kesejahteraan tenaga pendidik non-pegawai negeri sipil (PNS).
SURABAYA, SJP — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menyambut positif rencana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang akan menyalurkan tunjangan bagi guru honorer di seluruh Indonesia mulai Juli 2025 mendatang.
Program tersebut digagas sebagai bentuk afirmasi terhadap kesejahteraan tenaga pendidik non-pegawai negeri sipil (PNS). Khususnya mereka yang belum tersertifikasi dan berada dalam kondisi ekonomi rentan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut. Dia menilai, program tunjangan itu sangat relevan dengan upaya meningkatkan kualitas dan stabilitas guru honorer yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan di daerah.
"Pemerintah provinsi tentu menyambut baik kebijakan pusat yang memberi perhatian pada kesejahteraan guru honorer. Ini bentuk afirmasi penting bagi tenaga pendidik yang selama ini mengabdi dalam keterbatasan," ujar Khofifah saat dikonfirmasi, Sabtu (3/5/2025).
Rincian Program Tunjangan
Berdasarkan data dari Kemendikdasmen, sebanyak 310 ribu guru honorer di seluruh Indonesia akan menerima bantuan tunjangan sebesar Rp300 ribu per bulan. Tunjangan tersebut wacananya akan mulai disalurkan pada Juli 2025. Jika dihitung, maka setiap penerima akan mendapatkan Rp1,8 juta per semester atau Rp3,6 juta per tahun.
Adapun kategori guru honorer yang akan mendapat bantuan ini yaitu.
- Guru honorer yang belum memiliki sertifikasi.
- Berasal dari kelompok pendapatan desil 1 sampai desil 10.
- Tidak menerima bantuan sosial apa pun dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Langkah itu disebut akan menjadi bagian dari skema jangka panjang peningkatan mutu pendidikan nasional dengan memperkuat motivasi guru dari lapisan paling rentan.
Dukungan dari Dinas Pendidikan Jatim
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai menyebutkan, terdapat sekitar 30 ribu guru honorer SMA di Jawa Timur yang berpotensi menjadi penerima manfaat. Saat ini, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Kemendikdasmen untuk memastikan pendataan berjalan akurat dan adil.
"Insentif ini sangat penting untuk memotivasi guru honorer yang selama ini mengabdi dalam keterbatasan. Kita harap, semangat ini berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran di sekolah," ungkap Aries.
Dia menambahkan, koordinasi dengan sekolah-sekolah dan cabang dinas pendidikan di tiap kabupaten/kota akan segera dilakukan, guna memastikan validitas data calon penerima dan mencegah tumpang tindih bantuan.
Pemprov Jatim juga mengingatkan agar pendataan tidak hanya fokus pada jumlah, namun juga pada kondisi riil lapangan agar bantuan bisa tepat sasaran.
"Jangan sampai ada guru yang sangat layak, tetapi luput dari daftar hanya karena persoalan administrasi," tukas Aries. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

