Pemkot Surabaya Hapus Mural Bendera One Piece, Gencarkan Patroli Jelang HUT ke-80 RI

Pemkot Surabaya menertibkan mural dan bendera Jolly Roger One Piece menjelang HUT ke-80 RI. Pemerintah tekankan pentingnya simbol nasional di momen kemerdekaan.

05 Aug 2025 - 15:57
Pemkot Surabaya Hapus Mural Bendera One Piece, Gencarkan Patroli Jelang HUT ke-80 RI
Gambar mural bendera Jolly Roger di Surabaya. (Foto: Beritasatu.com/Istimewa)

SURABAYA, SJP — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah tegas dalam menjaga kekhidmatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia dengan menertibkan simbol non-negara yang dianggap tidak sesuai.

Salah satu bentuk penertiban itu adalah penghapusan mural bendera bajak laut Jolly Roger—ikon dari serial anime One Piece—yang sempat marak di beberapa wilayah kota.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Surabaya, Tundjung Iswandaru mengatakan, pihaknya telah melakukan patroli gabungan bersama unsur kelurahan, RT/RW, kepolisian, dan Babinsa.

Patroli ini menyasar temuan pengibaran dan pemasangan simbol yang dianggap tidak sejalan dengan semangat nasionalisme, terutama menjelang 17 Agustus.

“Beberapa bendera berlambang One Piece sudah kami turunkan. Kami juga menghapus gambar mural yang dilukis warga di paving jalan kampung Putatgede, Sukomanunggal,” ungkap Tundjung, Selasa (5/8/2025).

Menurut Tundjung, pengibaran atau pelukisan simbol tengkorak—meskipun bagian dari budaya populer—tidak tepat dilakukan dalam rangka peringatan hari kemerdekaan.

Dia menegaskan bahwa semangat perayaan seharusnya dikuatkan melalui lambang-lambang kenegaraan, khususnya bendera Merah Putih.

“Masak peringatan HUT RI gambarnya tengkorak? Kami ingin mempertegas kembali simbol negara yang harus dikedepankan. Maka dari itu, bendera Merah Putih kita pasang di seluruh penjuru kota,” tambahnya.

Langkah penertiban ini selaras dengan pernyataan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang mengimbau masyarakat untuk menjaga kesakralan peringatan HUT RI ke-80.

Dia menyampaikan bahwa meski simbol budaya pop seperti Jolly Roger sah dalam konteks ekspresi kreatif, tidak semestinya mendominasi ruang publik pada momen sakral kenegaraan.

“Kreativitas boleh, tapi jangan mengaburkan makna hari kemerdekaan. Jangan sampai bulan Agustus ternodai dengan simbol-simbol yang tidak relevan dengan perjuangan bangsa,” ujarnya di Senayan, Jakarta, Senin (4/8/2025).

Prasetyo menegaskan, pengibaran bendera selain Merah Putih pada perayaan resmi kemerdekaan tidak hanya keliru secara etika, namun juga bisa menimbulkan kesalahpahaman terkait nasionalisme dan arah kritik sosial.

“Kalau ada kekecewaan terhadap pemerintah, jangan dilampiaskan dengan cara yang merendahkan nilai kemerdekaan. Mari kita cintai republik ini, apa adanya,” pungkasnya. (**)

Sumber: Beritasatu.com
Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow