Kasus Pembunuhan Ayah Angkat di Nganjuk Terbongkar, Polisi Ungkap Motif dan Peran Pelaku

Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca, membenarkan bahwa jajarannya bergerak cepat mengamankan para terduga pelaku kurang dari 24 jam setelah menerima laporan dari masyarakat saat konferensi pers di Mapolres Nganjuk. Kamis (16/7/2026)

16 Jul 2026 - 19:30
Kasus Pembunuhan Ayah Angkat di Nganjuk Terbongkar, Polisi Ungkap Motif dan Peran Pelaku
Kasatreskrim AKP Sukaca (Paling Kanan) didampingi Wakapolres Kompol Didid Wahyu Setyawan dan Kasi Humas AKP Fajar Kurniadi (Foto: Kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP – Teka-teki kasus pembunuhan di Dusun Nanggungan Desa Kaloran, Nganjuk, akhirnya terkuak. Pihak kepolisian berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku yang ternyata merupakan orang terdekat korban.

Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca, membenarkan bahwa jajarannya bergerak cepat mengamankan para terduga pelaku kurang dari 24 jam setelah menerima laporan dari masyarakat saat konferensi pers di Mapolres Nganjuk. Kamis (16/7/2026).

Penyelidikan mendalam dari Satreskrim Polres Nganjuk mengungkap bahwa aksi keji ini dipicu oleh rasa sakit hati yang mendalam. Anak angkat perempuan korban berinisial DM (20) mengaku menyimpan dendam karena korban kerap bersikap dan berperilaku kasar terhadap dirinya. Bahkan merasa tidak tahan, DM kemudian mengajak sang pacar untuk merencanakan pembunuhan terhadap ayah angkatnya sendiri

Dalam aksi sadis tersebut, DM bertindak sebagai eksekutor utama, sementara pacarnya turut membantu menjatuhkan dan melumpuhkan korban dilakukan pada hari Senin pukul 15.00 WIB

"Benar, pelaku sudah berhasil kami amankan dalam waktu kurang dari 24 jam. Saat ini keduanya telah dibawa ke Mapolres Nganjuk guna menjalani pemeriksaan intensif untuk menyusun konstruksi hukum yang jelas, termasuk mendalami unsur perencanaan dalam pembunuhan ini," ujar Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Sukaca.

Dalam melancarkan aksi sadisnya, kedua pelaku berbagi peran dengan sangat rapi. Kata Sukaca, NJS (Pacar DM) bertugas menghadang korban dari arah depan, menjegal kakinya hingga korban tersungkur ke tanah, lalu memegangi kaki korban dengan kuat agar tidak dapat melakukan perlawanan atau melarikan diri.

Sedangkan, DM bertindak sebagai eksekutor utama. DM bertugas membekap mulut korban dari arah belakang sesaat sebelum korban dijatuhkan ke tanah. Lalu dihujani pukulan palu dan tusukan senjata tajam.

Begitu korban sudah terkunci dan tidak berdaya dalam dekapan NJS, DM yang tampaknya sudah gelap mata langsung menghujani ayah angkatnya tersebut dengan serangan bertubi-tubi menggunakan senjata yang telah disiapkan sebelumnya. DM mengambil sebuah palu besi yang sudah disiapkannya, lalu mengayunkannya dengan keras ke arah kepala korban.

"Kemudian DM yang sudah menyiapkan alat berupa palu memukul kepala korban tiga kali," ujar AKP Sukaca menjelaskan kronologi pembunuhan.

Meski korban sudah bersimbah darah akibat hantaman palu di kepala, DM yang diselimuti rasa dendam mendalam, kembali melanjutkan aksi brutalnya. Ia mengambil senjata tajam lalu menusuk perut sang ayah angkat berkali-kali hingga korban dipastikan tewas di tempat, sebelum akhirnya jasad korban dikubur di pekarangan samping rumah.

Sukaca, membeberkan bahwa serangan brutal DM mencapai puncaknya ketika pelaku tega menggorok leher korban hingga tewas seketika di tempat kejadian. Berdasarkan pemeriksaan tim medis, tindakan keji inilah yang memicu pendarahan hebat.

Hasil autopsi tim medis menegaskan, kekejaman yang dialami oleh korban sebelum akhirnya dikubur secara tidak wajar di pekarangan rumah.

"Hasil autopsi saya sampaikan bahwa kematian korban disebabkan urat nadi yang terputus di leher," jelas AKP Sukaca kepada awak media. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow