Pemkot Blitar Buka Suara Soal Video Viral Tarif Parkir Bus Rp800 Ribu di PIPP Makam Bung Karno

Pasca video viral tersebut, jumlah pengunjung di PIPP Makam Bung Karno menurun dan berimbas pada menurunnya pendapatan para tukang becak di kawasan tersebut.

02 Jun 2025 - 20:44
Pemkot Blitar Buka Suara Soal Video Viral Tarif Parkir Bus Rp800 Ribu di PIPP Makam Bung Karno
Situasi di Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP) Kota Blitar. (Foto : dok/Istimewa)

KOTA BLITAR, SJP - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) buka suara soal viral video wisatawan yang mengeluhkan tarif parkir bus Rp800 ribu di Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar Edy Wasono mengatakan video itu sebenarnya diposting pada bulan Januari 2025 lalu dan kembali viral pada beberapa hari terakhir ini. Usai video itu muncul, pihaknya sudah melakukan pengecekan ulang terhadap petugas pungut yang ada di PIPP.

"Video itu ada sejak Januari lalu dan kembali viral. Kami sudah cross check langsung di lapangan," kata dia, Senin (2/6/2025).

Dalam video itu, seorang pengunjung mengatakan, bahwa biaya parkir di PIPP Malam Bung Karno dipatok per orang dan saat itu ia bersama rombongan tiga bus ditarik biaya sebesar Rp800 ribu.

Terkait dengan hal ini, Edy menerangkan biaya retribusi bus di PIPP sebesar Rp18.000 dan retribusi pengunjung sebesar Rp4.000 untuk masuk di kawasan PIPP, wisata Makam Bung Karno dan Istana Gebang.

Saat itu, ada tiga rombongan bus yang datang di PIPP dan oleh petugas pungut diinformasikan soal total biaya retribusi sekaligus parkir sekitar Rp774.000. Kemudian, hal ini disampaikan oleh ketua tim rombongan kepada pengunjung di tiga bus. 

"Jadi per bus itu ada 60 an orang, lalu dikalikan dengan Rp4.000 dan totalnya Rp240.000. Kemudian dikalikan 3 bus ditambah dengan biaya parkir, yang totalnya sekitar Rp700 ribu lebih. Saya tidak tahu apa yang disampaikan oleh ketua tim rombongan seperti apa, nah tau-tau viral itu," terangnya.

Menurut Edy, tiga rombongan bus itu akhirnya enggan membayar biaya retribusi masuk di kawasan Makam Bung Karno dan tarif parkir.

Dalam peristiwa ini, ia memperkirakan ada kesalahpahaman dan salah satu pengunjung merasa kecewa. Lalu, meluapkannya dengan memposting video di media sosial.

"Saat itu pengunjung tidak jadi membayar biaya retribusi dan tarif parkir. Hal ini pun sudah kami laporkan ke pimpinan dan intinya video itu tidak benar, ada kesalahpahaman," ujarnya.

Berimbas pada Penurunan Jumlah Pengunjung

Usai video tersebut viral, para pedagang dan tukang becak di kawasan PIPP Kota Blitar mengeluhkan turunnya jumlah pengunjung yang datang ke kawasan Makam Bung Karno.

Kondisi ini juga berdampak terhadap penghasilan yang mereka dapatkan dalam satu hari. Jika biasanya per hari mendapatkan sekitar Rp200-300 ribu, kini menurun drastis dan bahkan tidak ada penumpang satu pun.

"Biasanya sehari bisa dapat Rp200-300 ribu, sekarang belum sekalipun narik. Itu imbas dari video kemarin itu," ungkapnya.

Terkait dengan keluhan tukang becak itu, Edy Wasono mengaku akan menggelar berbagai event pada bulan Juni 2025 ini untuk menarik wisatawan datang.

Sebagaimana diketahui, bulan Juni merupakan Bulan Bung Karno yang memuat beberapa tanggal penting yang terjadi, mulai dari tanggal lahir Soekarno, tanggal wafat hingga lahirnya Pancasila yang diprakarsai oleh Soekarno.

Ada beberapa event yang akan digelar, mulai dari kegiatan selamatan memperingati hari lahir Bung Karno, haul Bung Karno dan lain sebagainya.

"Ada banyak event yang akan kami gelar, yang mengundang pejabat penting. Karena bulan Juni merupakan bulan Bung Karno dan kami yakin ini bisa menarik wisatawan untuk datang," imbuhnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow