Pemkot Batu Tekankan Penguatan Ketahanan Bencana Usai Kirim Bantuan ke Sumatera
Pemerintah Kota Batu menempatkan aksi kemanusiaan sebagai pengingat bahwa kesiapsiagaan harus dibangun sejak sekarang, memastikan pembangunan tidak merusak alam, serta memperkuat kesadaran masyarakat agar Kota Batu tetap aman dari potensi bencana
KOTA BATU, SJP – Pengiriman lima armada bantuan kemanusiaan ke Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara bukan hanya menjadi simbol solidaritas warga Kota Batu, tetapi juga momentum evaluasi kesiapsiagaan daerah menghadapi ancaman bencana.
Wali Kota Batu Nurochman menyoroti pentingnya memperkuat komitmen lingkungan dan mitigasi di tengah meningkatnya risiko bencana secara nasional.
"Kepedulian terhadap sesama harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kondisi Kota Batu agar tetap aman dari potensi bencana. Oleh sebab itu setiap kebijakan pembangunan, termasuk arus investasi, wajib berpihak pada kelestarian alam," urainya, pada Selasa (9/12/2025).
Di tengah pengumpulan donasi yang melibatkan pemerintah, Forkopimda, pegawai, dan masyarakat, Pemkot Batu juga membentuk posko resmi untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan transparan dan sesuai kebutuhan daerah terdampak.
Bantuan yang dikirim mencakup bahan pangan, perlengkapan balita, selimut, pakaian layak pakai, hingga kebutuhan logistik dasar lainnya. Selain itu, Pemkot Batu juga mengalokasikan dukungan anggaran Rp100 juta untuk masing-masing dari tiga provinsi terdampak selain bantuan senilai Rp570 juta yang diberangkatkan.
"Ini bukan semata bentuk empati, tetapi pengingat bahwa setiap daerah perlu memperkuat perlindungan lingkungannya agar tidak mengalami kerusakan yang memicu bencana serupa," imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa solidaritas nasional harus dibarengi tanggung jawab menjaga ruang hidup secara berkelanjutan.
Dengan pelepasan bantuan kemanusiaan ini, Pemkot Batu menempatkan misi kemanusiaan sebagai cermin komitmen internal untuk memperkuat mitigasi, meningkatkan kecakapan masyarakat menghadapi bencana, serta memastikan arah pembangunan tetap aman bagi lingkungan. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

