Pemkot Batu Siapkan Kebijakan Penopang Smart Integrated Farming, Wawali Tekankan Keberlanjutan Petani

Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto berpendapat dengan dukungan kebijakan yang konsisten dan partisipasi masyarakat, Smart Integrated Farming mampu menjadi tulang punggung kemandirian ekonomi desa sekaligus memperkokoh posisi sektor agrikultur sebagai pilar ekonomi Kota Batu

10 Jan 2026 - 22:44
Pemkot Batu Siapkan Kebijakan Penopang Smart Integrated Farming, Wawali Tekankan Keberlanjutan Petani
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto (Ist/Prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota Batu tidak hanya fokus pada inovasi teknologi pertanian, tetapi juga menyiapkan fondasi kebijakan agar konsep Smart Integrated Farming dapat berjalan berkelanjutan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani.

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto.pada Sabtu (10/1/2026) menegaskan, pengembangan pertanian terpadu cerdas harus didukung regulasi, pendampingan, serta kolaborasi lintas sektor agar tidak berhenti sebagai proyek jangka pendek.

“Konsep ini sejalan dengan arah kebijakan daerah. Pertanian tidak boleh berdiri sendiri, tapi harus terintegrasi dari produksi, pengolahan, sampai pemasaran. Dengan begitu, petani lebih mandiri dan pendapatannya lebih stabil,” ujarnya.

Menurutnya Smart Integrated Farming menjadi jawaban atas tantangan klasik pertanian di Kota Batu, mulai dari tingginya biaya produksi, ketergantungan pupuk dan pakan dari luar, hingga pengelolaan limbah yang belum optimal.

Heli menilai pendekatan pertanian terpadu juga memiliki dampak strategis terhadap ketahanan pangan daerah. Ketika rantai produksi berada dalam satu ekosistem, risiko gejolak harga dan pasokan dapat ditekan.

“Ini bukan hanya soal produksi pangan, tapi soal keberlanjutan lingkungan dan efisiensi ekonomi. Limbah diolah kembali, biaya ditekan, dan nilai tambah tercipta di tingkat petani,” tegasnya.

Oleh sebab itu penerapan prinsip zero waste dalam integrated farming dinilai selaras dengan komitmen Pemkot Batu terhadap pembangunan ramah lingkungan. Limbah peternakan dan pertanian tidak lagi menjadi masalah, tetapi justru menjadi sumber daya baru.

Pemkot Batu, akan memperkuat sinergi antar perangkat daerah, akademisi, dan aparat terkait untuk memastikan program berjalan optimal. Seperti di kawasan pertanian terpadu yang sudah ada di Desa Torongrejo, Dadaprejo, dan Sumberbrantas akan terus dievaluasi dan ditingkatkan.

“Kami ingin petani tidak sekadar menjadi objek program, tapi subjek utama. Karena itu, pendampingan, pelatihan, dan penguatan kelembagaan tani akan menjadi fokus ke depan,” tandasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow