Pemkot Batu Siapkan Evaluasi Teknis Menyeluruh Sebelum Jalur Klemuk Dibuka Kembali

Pemerintah Kota Batu menargetkan hasil evaluasi teknis dan rekomendasi penanganan jangka panjang sudah rampung sebelum akhir Januari 2026. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar keputusan apakah Jalur Klemuk dapat dibuka kembali secara penuh, dibatasi, atau memerlukan rekayasa lalu lintas permanen demi menjamin keselamatan pengguna jalan

29 Dec 2025 - 20:41
Pemkot Batu Siapkan Evaluasi Teknis Menyeluruh Sebelum Jalur Klemuk Dibuka Kembali
Peninjauan jalur klemuk pasca kecelakaan oleh Wali Kota Batu (Ist/Prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJP - Pemerintah Kota Batu memastikan penutupan Jalur Klemuk dua arah hingga 31 Januari 2026 tidak bersifat simbolik, melainkan diikuti dengan langkah teknis dan evaluasi menyeluruh sebelum jalur tersebut kembali dibuka untuk umum.

Wali Kota Batu Nurochman pada Senin (29/12/2025) menegaskan, selama masa penutupan, pemerintah daerah akan memanfaatkan waktu untuk melakukan penataan dan penguatan aspek keselamatan jalan secara serius, mengingat Jalur Klemuk selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Kota Batu.

“Kami tidak ingin penutupan ini hanya sekadar menunggu waktu. Yang kami kejar adalah perbaikan nyata dari sisi keselamatan, baik secara teknis maupun pengaturan lalu lintas,” ujarnya.

Menurutnya, Dinas Pekerjaan Umum Kota Batu telah diperintahkan untuk memperkuat jalur darurat rem blong di kedua sisi Jalur Klemuk. Material pasir dan sekam akan dimaksimalkan agar jalur tersebut benar-benar berfungsi sebagai pengaman terakhir bagi pengendara ketika jalur kembali dioperasikan.

Selain itu, Pemkot Batu juga tengah menyiapkan kajian lanjutan yang melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Kehutanan. Kajian tersebut akan mencakup evaluasi geometrik jalan, tingkat kemiringan, visibilitas, hingga opsi pelebaran jalur sebagai solusi jangka panjang.

“Jalur ini tidak bisa diperlakukan seperti jalan biasa. Medannya ekstrem, risikonya tinggi, maka standarnya juga harus ditingkatkan. Itu sebabnya kami libatkan provinsi dan kementerian untuk kajian teknis yang lebih komprehensif,” imbuhnya.

Nurochman juga menekankan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama dibandingkan kelancaran lalu lintas semata. Ia menilai, keputusan penutupan sementara jauh lebih bijak daripada membiarkan potensi kecelakaan terus berulang. (*)

Editor: Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow