Pemkot Batu Perkuat Kesiapsiagaan Wilayah Jelang Libur Nataru
Forkopimda hingga pemerintah desa dan kelurahan menegaskan komitmen menghadapi libur Natal dan Tahun Baru secara terencana dan berbasis kondisi lapangan, baik dalam menjaga stabilitas keamanan, kelancaran pelayanan publik, maupun kesiapsiagaan bencana, sehingga peningkatan aktivitas akhir tahun dapat diimbangi dengan rasa aman dan kondusivitas wilayah yang tetap terjaga
KOTA BATU, SJP – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Kota Batu memilih langkah konsolidatif dengan mempertemukan seluruh unsur kewilayahan untuk melakukan penyamaan persepsi lintas level pemerintahan untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat sekaligus potensi bencana alam di akhir tahun.
Wali Kota Batu Nurochman pada Kamis (18/12/2025) menekankan bahwa periode Nataru selalu membawa risiko ganda, meningkatnya mobilitas publik dan kerawanan bencana akibat cuaca ekstrem. Karena itu, ia meminta kesiapsiagaan tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi diterjemahkan menjadi langkah konkret yang dirasakan langsung di lapangan.
"Desa dan kelurahan menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas wilayah. Peran mereka dinilai krusial dalam deteksi dini, penyampaian informasi ke masyarakat, hingga respons cepat ketika terjadi gangguan keamanan maupun bencana. Kesiapan wilayah harus terukur dan terkoordinasi. Pemerintah harus benar-benar hadir, bukan sekadar memberi instruksi,” ujarnya.
Menurutnya dimanfaatkan sebagai ruang dialog terbuka antara pemerintah kota, Forkopimda, dan jajaran kewilayahan untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar kebijakan yang diambil selama masa liburan akhir tahun tidak bersifat normatif, tetapi adaptif terhadap dinamika sosial dan geografis Kota Batu.
Sementara itu Ketua DPRD Kota Batu Didik Subiyanto menegaskan dukungan penuh DPRD dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah. Ia menyebut DPRD akan mengoptimalkan fungsi pengawasan dan penganggaran agar mitigasi bencana, seperti banjir dan tanah longsor, benar-benar tertangani dan pelayanan publik tidak terganggu selama Nataru.
"Yang terpenting adalah menargetkan stabilitas wilayah tetap terjaga di tengah meningkatnya aktivitas wisata dan perayaan akhir tahun, sekaligus memastikan masyarakat merasa aman, terlindungi, dan terlayani secara optimal," tandas pria yang akrab disapa Kaji Bianto tersebut. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

