Pemkot Batu Perketat Mekanisme dan Akuntabilitas, Beasiswa 1.000 Sarjana 2026 Kembali Dibuka
Penguatan mekanisme seleksi dan pengawasan dalam Program 1.000 Sarjana Mbatu SAE 2026 menjadi langkah strategis Pemkot Batu untuk memastikan bantuan pendidikan tersalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan bebas dari tumpang tindih
KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pendidikan tidak hanya membuka akses beasiswa dalam Program 1.000 Sarjana Mbatu SAE Tahun Anggaran 2026, tetapi juga memperketat mekanisme pengajuan dan akuntabilitas penerimanya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus menghindari potensi penyalahgunaan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Alfi Nurhidayat pada Jumat (3/4/2026) menegaskan bahwa sistem seleksi dirancang berlapis, mulai dari pendaftaran daring hingga verifikasi berkas fisik. Selain itu, pemohon diwajibkan memenuhi syarat administratif yang ketat, termasuk bukti kependudukan melalui Kartu Keluarga yang telah terbit maksimal 1 Januari 2025.
“Proses ini kami buat detail agar bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak dan sesuai kategori yang dipilih. Dalam skema tahun ini, Pemkot Batu juga menegaskan larangan tegas bagi penerima untuk mendapatkan bantuan serupa dari sumber lain, baik APBN maupun APBD. Jika ditemukan pelanggaran, penerima diwajibkan mengembalikan dana beasiswa ke kas daerah," urainya.
Tak hanya itu, sistem pendaftaran juga dibuat adaptif dengan kuota terbatas. Link pendaftaran dapat ditutup sewaktu-waktu apabila jumlah pendaftar telah memenuhi kapasitas yang ditentukan. Kondisi ini menuntut calon pemohon untuk tidak hanya cepat, tetapi juga cermat dalam melengkapi seluruh dokumen yang dipersyaratkan.
Selain penguatan aspek pengawasan, Pemkot Batu tetap mempertahankan pendekatan inklusif melalui enam kategori beasiswa yang mencakup berbagai latar belakang, mulai dari masyarakat kurang mampu, mahasiswa berprestasi, hingga kelompok disabilitas dan perangkat desa.
"Dengan kombinasi antara akses luas dan pengawasan ketat ini, Pemkot Batu berharap program beasiswa tidak hanya meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, tetapi juga menciptakan sistem bantuan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan," tandasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

