Sekolah Rakyat Angkatan 2 di Gresik Dibuka, Tampung 300 Anak Kurang Mampu
Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik akan mulai melakukan penjangkauan calon siswa menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya yang masuk dalam kategori desil 1 dan 2.
GRESIK, SJP — Penerimaan siswa baru program sekolah rakyat angkatan kedua tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Gresik, mulai dibuka tahun ini.
Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik akan mulai melakukan penjangkauan calon siswa menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya yang masuk dalam kategori desil 1 dan 2.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, dr Ummi Khoiroh, mengatakan proses rekrutmen siswa Sekolah Rakyat tidak dilakukan melalui pendaftaran terbuka.
"Penjangkauan akan dimulai bulan Mei melalui pendamping PKH. Kami tidak membuka pendaftaran secara umum, tetapi lebih kepada menjangkau langsung keluarga sesuai data desil 1 dan 2," kata Ummi, Rabu (6/5/2026).
Ummi menerangkan, pendaftaran sekolah rakyat ini khusus diperuntukan bagi keluarga yang kurang mampu sebagai upaya pemerataan akses pendidikan.
Adapun sistem pendaftaran yang digunakan ini mengedepankan penjangkauan langsung calon siswa oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di lapangan.
Menurut dia, dengan sistem tersebut dapat memastikan calon siswa berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbawah berdasarkan data yang telah diverifikasi.
Masyarakat bisa mengajukan diri untuk mendaftar ke program sekolah rakyat, namun petugas akan memastikan verifikasi dan asesmen lapangan yang ketat.
"Kalau ada yang datang mendaftarkan, tetap bisa kami proses. Tetapi nanti akan ada asesmen terlebih dahulu sebagai dasar penetapan," tuturnya.
Dalam angkatan kedua sekolah rakyat yang berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, ini membuka pendaftaran hingga jumlah kuota 300 siswa mulai jenjang SD, SMP, dan SMA.
"Kuota siswa Sekolah Rakyat tahun ini berkisar antara 225 hingga 300 siswa, yang terbagi dalam tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA. Setiap jenjang diperkirakan akan menampung sekitar 75 hingga 100 siswa," pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

