Isu Nampan MBG Diduga Mengandung Minyak Babi, Pemerintah dan MUI Lakukan Penelusuran

Dugaan nampan program Makan Bergizi Gratis mengandung minyak babi memicu sorotan. MUI, pemerintah, dan sekolah pelaksana di Surabaya menanti hasil uji untuk meredam keresahan publik.

28 Aug 2025 - 19:26
Isu Nampan MBG Diduga Mengandung Minyak Babi, Pemerintah dan MUI Lakukan Penelusuran
Tumpukan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menggunakan wadah nampan (Ninda Kinanti/SJP)

SURABAYA, SJP — Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto dengan anggaran jumbo dalam APBN, kini tengah menjadi sorotan usai munculnya dugaan nampan makanan atau food tray yang digunakan mengandung minyak babi (lard).

Awal mula isu tersebut terkuak dari investigasi Indonesia Business Post (IBP) yang menelusuri industri perkakas makan di Chaoshan, Provinsi Guangdong, Tiongkok yang menemukan 30–40 pabrik memproduksi nampan tipe 201 untuk pasar global, dengan indikasi digunakan juga dalam distribusi MBG di Indonesia. 

Bahan tipe 201 disebut berisiko karena kadar mangan tinggi yang tidak aman bila bersentuhan dengan makanan asam, serta diduga menggunakan lard dalam proses produksinya. Bahkan, IBP juga menyingkap adanya dugaan pemalsuan label “Made in Indonesia” dan logo SNI pada produk-produk tersebut.

Kabar ini langsung menarik perhatian Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sekretaris Umum MUI Jawa Timur, Prof. Akhmad Muzakki, mengatakan pihaknya menunggu langkah resmi dari pusat. 

"MUI Pusat akan menindaklanjuti kabar tersebut secara resmi," ujar Prof. Muzakki, Kamis (28/8/2025).

Senada, Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh, menegaskan pentingnya memastikan program tetap sesuai syariat. Terlebih karena MBG menjadi program unggulan yang cakupan daerahnya sangat luas.

"Program ini sangat strategis dan bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, kami memastikan pelaksanaannya harus sesuai dengan syariat Islam," tegasnya.

Di Surabaya sendiri, sekolah-sekolah pelaksana program MBG masih beraktivitas normal. Kepala Sekolah Taquma, Nur Rohmatul Izzah, menyebut wadah makan yang digunakan di sekolahnya berbahan stainless

"Sementara ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan. Semoga saja tidak benar (mengandung minyak babi)," tutur Izzah saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) sudah sempat memberi klarifikasi. Dadan Hindayana, Kepala BGN, menegaskan pihaknya tengah melakukan pemeriksaan ulang terkait isu tersebut.

"Sedang check and recheck (diperiksa kembali)," katanya, sambil menambahkan bahwa BGN tidak pernah melakukan pengadaan nampan untuk MBG.

Tidak hanya pihak BGN, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, juga menegaskan bahwa sejauh ini belum ditemukan bukti adanya minyak babi dalam food tray program MBG meminta masyarakat untuk tidak gegabah menelan isu sensitif.

"Tapi kalau memang ada kekhawatiran soal itu, kita riset, bisa diuji di BPOM," ujarnya.

Meski masih berupa dugaan, isu ini jelas mengusik pelaksanaan MBG yang tengah berjalan. Publik kini menanti kepastian dari pemerintah dan MUI agar keresahan masyarakat, khususnya orangtua tak berlarut. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow