Pemkot Batu Alokasikan Rp 251,3 Miliar APBD 2025 untuk Pendidikan, Kesehatan, dan UMKM

Dari total belanja daerah yang mencapai Rp 1,164 triliun, sekitar Rp 251,3 miliar difokuskan untuk mendanai berbagai program di ketiga sektor tersebut. Angka ini mencerminkan prioritas pembangunan yang tidak hanya berbasis infrastruktur fisik, tetapi juga peningkatan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi masyarakat.

28 May 2025 - 18:46
Pemkot Batu Alokasikan Rp 251,3 Miliar APBD 2025 untuk Pendidikan, Kesehatan, dan UMKM
Wali Kota Batu Nurochman (Dok/Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP - Pemerintah Kota Batu menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pembangunan manusia dan ekonomi kerakyatan melalui pengalokasian anggaran sebesar 21,59 persen dari total belanja daerah dalam APBD 2025 untuk sektor-sektor prioritas, yaitu pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan UMKM.

Dari total belanja daerah yang mencapai Rp 1,164 triliun, sekitar Rp 251,3 miliar difokuskan untuk mendanai berbagai program di ketiga sektor tersebut. Angka ini mencerminkan prioritas pembangunan yang tidak hanya berbasis infrastruktur fisik, tetapi juga peningkatan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi tulang punggung pembangunan jangka panjang di Kota Batu. Oleh karena itu, sebagian besar dari alokasi ini dialokasikan untuk memperkuat layanan pendidikan, termasuk pengembangan program Angkutan Gratis Pelajar (APEL), peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta perbaikan dan pengadaan sarana-prasarana sekolah di seluruh wilayah kota.

“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak di Kota Batu yang tertinggal hanya karena keterbatasan akses atau biaya pendidikan. Pendidikan yang berkualitas harus bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat,” ujar Nurochman.

Di bidang kesehatan, anggaran akan digunakan untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan dasar, penanggulangan stunting, serta modernisasi fasilitas Puskesmas. Pemerintah juga mendorong peningkatan layanan berbasis digital untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

“Transformasi layanan publik di bidang kesehatan menjadi prioritas. Warga harus merasa aman dan terlayani dengan baik, dari pencegahan sampai penanganan,” lanjut Nurochman.

Sementara itu, untuk mendongkrak perekonomian lokal, sektor UMKM mendapat perhatian khusus. Pemerintah menggelontorkan anggaran untuk berbagai program pelatihan usaha, pendampingan bisnis, serta fasilitasi akses permodalan bagi pelaku UMKM dan petani lokal.

Selain itu, Pemkot Batu berupaya membuka akses pasar yang lebih luas dengan menggandeng platform digital dan mengintegrasikan UMKM dalam ekosistem pariwisata.

“Di sektor ekonomi, kami memprioritaskan pemberdayaan UMKM dan pertanian lokal. Kami ingin masyarakat mandiri secara ekonomi, tidak tergantung pada bantuan, tetapi mampu mengembangkan usahanya sendiri,” tegas Nurochman.

Dengan strategi alokasi anggaran yang berfokus pada pembangunan manusia dan ekonomi kerakyatan, Pemkot Batu berharap dapat menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan dari program-program ini. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow