Pemkab Tulungagung Gelar Musrenbang RKPD 2027, Fokus pada Penguatan Infrastruktur dan SDM
Menurutnya, RKPD 2027 memiliki posisi strategis karena menjadi bagian dari pelaksanaan periode pertama Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 sekaligus tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
TULUNGAGUNG, SJP–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 sebagai bagian dari tahapan penyusunan arah pembangunan daerah, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan berbagai usulan pembangunan dari tingkat desa hingga kabupaten.
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dalam forum tersebut menjelaskan bahwa penyusunan RKPD merupakan kewajiban pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. RKPD menjadi dokumen penting yang menjabarkan arah pembangunan daerah dalam jangka waktu satu tahun.
Menurutnya, RKPD 2027 memiliki posisi strategis karena menjadi bagian dari pelaksanaan periode pertama Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 sekaligus tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
“RKPD memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan, serta rencana kerja dan pendanaan untuk jangka waktu satu tahun. Dokumen ini nantinya menjadi pedoman dalam penyusunan Rancangan APBD,” jelasnya.
Bupati menegaskan bahwa Musrenbang di tingkat kabupaten merupakan forum penting untuk menyelaraskan berbagai aspirasi pembangunan yang telah dihimpun sebelumnya.
“Musrenbang kabupaten merupakan forum strategis untuk menyelaraskan hasil musrenbang desa dan kelurahan, musrenbang kecamatan, pokok-pokok pikiran DPRD, serta prioritas pembangunan nasional dan provinsi,” kata dia.
Melalui forum ini, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa RKPD tidak hanya disusun melalui pendekatan teknokratis, tetapi juga partisipatif dan mampu menjawab persoalan masyarakat.
“Dengan demikian, RKPD benar-benar menjadi instrumen kebijakan tahunan yang kredibel, akuntabel, serta mampu menjembatani antara visi RPJMD dengan implementasi program dan kegiatan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gatut Sunu juga memaparkan arah pembangunan Kabupaten Tulungagung pada tahun 2027 yang berfokus pada percepatan pencapaian lima misi pembangunan daerah.
Kelima misi tersebut meliputi peningkatan daya saing perekonomian berbasis hilirisasi sektor unggulan dan pembangunan desa; pembangunan infrastruktur serta lingkungan hidup yang berkualitas; peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berbudaya; penuntasan kemiskinan secara terpadu; serta tata kelola pemerintahan yang adaptif, inklusif, dan bebas korupsi.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan misi tersebut membutuhkan sinergi seluruh pihak.
“Kelima misi tersebut harus kita jalankan secara terintegrasi dengan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pemerintah desa, dunia usaha, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Pemkab Tulungagung menetapkan tema pembangunan tahun 2027, yaitu "Tulungagung Berkarakter, Pembangunan SDM Berakhlak Mulia, Potensi Ekonomi Lokal Bernilai Tambah, serta Tata Kelola Bersih dan Akuntabel".
Menurut Gatut Sunu, tema tersebut dirumuskan sebagai respons terhadap tantangan pembangunan sekaligus langkah strategis untuk mendorong pemerataan pembangunan yang inovatif dan berkelanjutan.
“Tema ini menjadi jawaban atas tantangan yang kita hadapi sekaligus langkah strategis untuk mendorong pembangunan yang lebih merata, inovatif, dan berorientasi pada hasil yang berkelanjutan,” ujarnya.
Salah satu strategi utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal adalah pembangunan infrastruktur jalan yang berkualitas. Bupati meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk tetap menjaga alokasi anggaran pembangunan jalan.
“Saya minta TAPD untuk mengalokasikan anggaran pembangunan jalan tahun 2027 minimal sama dengan tahun 2026,” tegasnya.
Menurutnya, infrastruktur jalan yang baik akan memperlancar distribusi barang dan jasa sekaligus menekan biaya transportasi.
“Dengan jalan yang alus dan mulus, distribusi barang dan jasa akan semakin lancar. Biaya transportasi bisa ditekan karena akses antarwilayah menjadi lebih mudah dan cepat,” kata Gatut Sunu.
Ia juga menambahkan bahwa akses jalan yang baik tidak hanya berdampak pada perekonomian, tetapi juga meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan.
“Kemudahan akses ini bukan hanya menggerakkan ekonomi lokal, tetapi juga mempermudah masyarakat menjangkau fasilitas pendidikan. Dari situlah pembentukan sumber daya manusia yang berkarakter dapat dimulai,” ujarnya.
Bupati berharap Musrenbang benar-benar menjadi forum musyawarah yang substansial, bukan sekadar formalitas.
“Saya harapkan musrenbang yang kita laksanakan hari ini benar-benar menjadi musyawarah yang bermakna, tidak hanya menampung usulan tetapi juga mendiskusikan secara serius usulan yang dianggap sebagai prioritas,” katanya.
Ia juga meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) memaparkan usulan prioritas yang dinilai paling berdampak bagi pencapaian visi pembangunan daerah.
“Saya minta Bappeda menyampaikan prioritas usulan yang paling berdampak dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah, kemudian membuka ruang pembahasan bersama seluruh peserta musrenbang,” ujarnya.
Ia berharap forum tersebut mampu menghasilkan rencana pembangunan yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan ini benar-benar dapat mewujudkan masyarakat Tulungagung yang sejahtera, maju, dan berakhlak mulia sepanjang masa,” pungkasnya. (**)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

