Pemkab Lumajang Berjuang Cari Lahan Relokasi Baru bagi Korban Semeru

30 Nov 2025 - 18:48
Pemkab Lumajang Berjuang Cari Lahan Relokasi Baru bagi Korban Semeru
Warga terdampak awan panas guguran Semeru yang tengah mengungsi. Pemerintah Kabupaten Lumajang masih mencarikan tempat relokasi sebagai hunian tetap. (foto: beritasatu.com)

LUMAJANG, SJP – Pemerintah Kabupaten Lumajang tengah berjibaku mencari lahan relokasi baru untuk warga yang kehilangan rumah akibat erupsi Gunung Semeru. Hingga kini, penetapan lokasi relokasi menjadi pekerjaan terbesar pemda, terutama bagi keluarga yang belum mendapatkan hunian tetap dari program relokasi erupsi 2021.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengungkapkan bahwa proses identifikasi lahan masih berlangsung bersamaan dengan masa tanggap darurat yang diperpanjang hingga 2 Desember 2025. Pemkab tidak hanya harus memastikan keamanan kawasan, tetapi juga menyesuaikan ketersediaan lahan dengan jumlah keluarga yang benar-benar membutuhkan hunian baru.

“Masih ada warga yang rumahnya hilang, namun belum pernah mendapatkan hunian tetap dari relokasi sebelumnya. Untuk mereka, kami sedang mencari lahan yang benar-benar aman dan memungkinkan untuk dibangun permukiman,” ujar Indah, Jumat (28/11/2025).

Hasil pendataan sementara mencatat, dari sekitar 200 rumah rusak akibat erupsi 19 November 2025, sedikitnya 22 keluarga membutuhkan relokasi baru. Data tersebut diperkirakan masih bertambah seiring verifikasi ulang lapangan yang dilakukan BPBD dan perangkat desa.

Indah menegaskan, pencarian lahan bukan sekadar soal ketersediaan tanah, tetapi juga kepastian keamanan dari ancaman aktivitas Semeru, aksesibilitas, hingga kelayakan pembangunan permukiman. Proses ini membutuhkan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan pemilik lahan.

Sambil menunggu kepastian lokasi relokasi, Pemkab menyiapkan dana tunggu hunian sebesar Rp600.000 per bulan bagi keluarga yang belum memiliki tempat tinggal tetap. Bantuan ini diberikan untuk menopang kebutuhan dasar warga selama pemerintah merampungkan penentuan lokasi dan memulai pembangunan.

Warga yang sudah memiliki hunian tetap sebelumnya diminta kembali dan tidak lagi tinggal di pengungsian. Namun bagi keluarga yang masih masuk daftar relokasi baru, pemerintah mempersilakan mereka tetap di posko atau menumpang sementara di rumah kerabat.

Indah kembali mengingatkan warga agar tidak kembali ke rumah lama yang berada di zona berbahaya. “Keselamatan adalah prioritas. Kami mencari lahan baru ini agar warga bisa hidup aman. Jangan kembali ke kawasan yang tidak aman,” tegasnya.

Melalui perjuangan menemukan lahan relokasi baru dan pembangunan hunian permanen, Pemkab Lumajang berharap warga terdampak bisa segera mendapatkan kepastian tempat tinggal yang lebih layak dan jauh dari ancaman aktivitas vulkanik Semeru. (**)

Editor : Danu S 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow