Pemkab Lamongan Benahi 68 Titik Drainase dan Sungai, Antisipasi Banjir Musim Hujan

Menghadapi musim hujan, Pemerintah Kabupaten Lamongan mempercepat pembenahan 68 titik saluran drainase dan sungai dengan progres pengerjaan mencapai 60 persen. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko banjir dan bencana hidrometeorologi. Selain itu, Pemkab juga telah menuntaskan normalisasi 96 waduk dan embung yang tersebar di berbagai kecamatan sebagai upaya memperkuat ketahanan sumber daya air.

13 Oct 2025 - 21:29
Pemkab Lamongan Benahi 68 Titik Drainase dan Sungai, Antisipasi Banjir Musim Hujan
Pengerukan dan pembersihan sedimentasi di saluran drainase Desa Dlanggu, Kecamatan Deket, sebagai bagian dari upaya antisipasi banjir jelang puncak musim hujan.( Foto ; Dok/ Atmo)

LAMONGAN, SJP - Menghadapi musim hujan yang mulai intens, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan melakukan langkah antisipatif dengan mempercepat perbaikan dan revitalisasi saluran drainase serta sungai di berbagai wilayah.

Setidaknya 68 titik drainase dan sungai kini tengah dalam proses pembenahan, dengan progres pengerjaan mencapai 60 persen.

Proyek tersebut mencakup sejumlah lokasi strategis, seperti Kali Kaliotik di Dusun Dandangan Desa Dlanggu Kecamatan Deket, Kali Genceng Desa Takeranklating Kecamatan Tikung, hingga Kali Desa Kebalan Kulon Kecamatan Sekaran, serta pemeliharaan tanggul dan tebing sungai di Desa Pucangro Kecamatan Kalitengah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari upaya menyeluruh Pemkab dalam mengelola sumber daya air dan mengurangi potensi bencana hidrometeorologi selama puncak musim hujan.

“Pemerintah Kabupaten Lamongan melakukan pembenahan saluran drainase dan sungai yang urgent di 68 titik, dan progres pengerjaannya sudah 60 persen. Ini bentuk pendekatan proaktif dalam pengelolaan air dan mitigasi risiko banjir,” ujar Erwin kepada wartawan, Senin (13/10/2025).

Erwin menambahkan, upaya penanganan banjir tidak hanya difokuskan pada saluran drainase, tetapi juga dilakukan melalui normalisasi waduk dan embung. Hingga saat ini, sebanyak 96 titik infrastruktur air telah direhabilitasi, terdiri dari 22 waduk dan rawa serta 74 embung yang tersebar di berbagai kecamatan.

Normalisasi tersebut, lanjutnya, diharapkan mampu memperkuat ketahanan sumber daya air sekaligus menjaga ketersediaan air bersih dan irigasi masyarakat saat musim kemarau tiba.

Langkah terintegrasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Lamongan dalam menghadapi perubahan iklim dan menjaga keseimbangan ekosistem air di wilayahnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow