Bupati Bondowoso Dorong Penguatan Ketahanan Pangan untuk Kendalikan Inflasi
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan pentingnya penguatan ketahanan pangan lokal untuk menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat. Melalui sinergi TPID dan strategi 4K, Bondowoso berkomitmen menghadapi tantangan inflasi dan memperkuat ekonomi daerah secara berkelanjutan.
BONDOWOSO, SJP - Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah melalui sinergi lintas sektor.
Hal itu disampaikan Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, dalam acara High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bondowoso tahun 2025, Senin (13/10/2025) di salah satu hotel di Bondowoso.
Dalam arahannya, bupati atau yang akrab disapa Ra Hamid ini menekankan, pengendalian inflasi bukan sekadar menjaga angka statistik, tetapi mencerminkan kesejahteraan dan daya beli masyarakat.
“Inflasi bukan hanya soal angka. Ia menggambarkan kesejahteraan masyarakat dan daya beli mereka. Karena itu, menjaga kestabilan harga sama artinya menjaga kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Menurut Ra Hamid, sektor pertanian dan pangan masih menjadi tulang punggung perekonomian Bondowoso. Karena itu, memperkuat ketahanan pangan lokal menjadi kunci untuk memperkokoh daya tahan ekonomi daerah di tengah tantangan global seperti fluktuasi harga, perubahan iklim, dan meningkatnya biaya distribusi.
Ia mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang tergabung dalam TPID, termasuk Bank Indonesia Jember, BPS, Perum Bulog, serta pelaku usaha. Berkat sinergi itu, stabilitas harga pangan di Bondowoso hingga kini relatif terjaga.
“Strategi 4K, Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif, telah berjalan baik di Bondowoso,” terang Ra Hamid.
Lebih lanjut, ia mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat aksi nyata di lapangan agar masyarakat benar-benar merasakan dampaknya.
“Tujuan kita jelas, agar masyarakat Bondowoso merasakan harga yang stabil, akses ekonomi yang adil, dan kesejahteraan yang merata,” tegasnya.
Ra Hamid menutup sambutannya dengan mengajak seluruh unsur daerah untuk terus menjaga semangat kolaborasi dan kebersamaan demi mewujudkan Bondowoso Berkah, yakni daerah yang makmur, sejahtera, dan berdaya saing. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

