Pemkab Gresik Siap Pasok 200 Ton Sampah per Hari untuk Program WtE Surabaya
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menyatakan kesiapannya untuk terlibat dalam program strategis Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy (WtE) di bawah naungan Danantara Indonesia.
GRESIK, SJP — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menyatakan kesiapannya untuk terlibat dalam program strategis Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy (WtE) di bawah naungan Danantara Indonesia.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyatakan pihaknya siap memasok bahan baku sampah sebanyak 200 ton per hari ke pusat pengolahan WtE yang berlokasi di wilayah Kota Surabaya.
"Tuan rumahnya ada di Surabaya. Tugas Gresik mengirim bahan baku sampah ke pengelola sampah ke Surabaya, kurang lebih 200 ton per hari," kata Yani, Rabu (4/3/2026).
Yani mengungkapkan bahwa Pemkab Gresik telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait program pengelolaan sampah menjadi energi listrik tersebut.
Kesepakatan ini melibatkan daerah aglomerasi Surabaya Raya lainnya, termasuk Kota Surabaya dan Kabupaten Lamongan.
"Yang terlibat dalam waste to energy ini Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo belum tahu," jelasnya.
Menurut Yani, aglomerasi Surabaya Raya akan menjadi salah satu proyek percontohan (pilot project) program WtE di Indonesia. Melalui Danantara Indonesia, program inisiatif Presiden Prabowo Subianto ini direncanakan berjalan di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
"Di Jawa Timur, aglomerasi Surabaya Raya berlokasi di Benowo," tambah Yani.
Ia berharap program WtE tersebut dapat segera direalisasikan guna mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik yang dikelola pemerintah daerah.
"Kapan dimulainya, mudah-mudahan di akhir tahun 2026 bisa dimulai, diresmikan langsung oleh Presiden," pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

