Konflik Timur Tengah Memanas, Keberangkatan 300 Calon Jemaah Umrah Asal Surabaya Tertunda

Konflik Timur Tengah membuat 300 warga Surabaya terpaksa menunda umrah karena perubahan jadwal penerbangan. Pemerintah dan agen travel prioritaskan keselamatan jemaah, jadwal baru dijadwal ulang.

05 Mar 2026 - 08:00
Konflik Timur Tengah Memanas, Keberangkatan 300 Calon Jemaah Umrah Asal Surabaya Tertunda
Ilustrasi umroh (foto: Beritasatu.com/freepik.com)

SURABAYA, SJP–Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah memaksa sedikitnya 300 warga Surabaya menunda keberangkatan ibadah umrah ke Tanah Suci. 

Langkah ini diambil menyusul adanya perubahan jadwal dan rute penerbangan internasional yang terdampak konflik, demi memprioritaskan keselamatan jemaah.

Sejumlah agen perjalanan umrah di Surabaya kini mulai mengatur ulang jadwal penerbangan jemaah akibat ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Biro perjalanan haji dan umrah Panglima Ekspres Surabaya terus melakukan pemantauan intensif terhadap situasi keamanan di Timur Tengah. Langkah ini bertujuan untuk memastikan aspek keselamatan jemaah serta menyesuaikan jadwal penerbangan dengan kondisi terkini.

General Manager Panglima Ekspres, Ami, menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi serta pemerintah daerah guna menjamin keamanan jemaah.

"Rencana kami adalah memberangkatkan kembali jemaah umrah pada tanggal 21 Maret 2026, dengan jumlah 8 kelompok yang terdiri dari lebih dari 300 orang. Namun, situasi saat ini masih dalam pemantauan," jelas Ami pada Rabu (4/3/2026).

Ia menerangkan bahwa rombongan jemaah sebelumnya telah kembali ke Indonesia pada 24 Februari 2026. Untuk saat ini, pihak travel memutuskan belum membuka kembali layanan keberangkatan umrah hingga akhir bulan Ramadan.

Sebanyak delapan kloter yang dijadwalkan berangkat pada pertengahan Maret telah dibatalkan sementara waktu. Meski seluruh dokumen perjalanan telah lengkap, faktor keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan tersebut.

Proses penjadwalan ulang bagi jemaah akan menyesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan. Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh), saat ini tercatat masih ada sekitar 58.000 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi.

Di sisi lain, tercatat sebanyak 6.047 warga telah kembali ke tanah air dengan aman dalam rentang waktu 28 Februari hingga 1 Maret 2026. 

Pihak travel bersama otoritas terkait berkomitmen untuk terus memantau situasi di Timur Tengah guna memastikan keamanan jemaah sebagai prioritas utama. (**) 

Sumber: Beritasatu.com

Penulis: Paskalis Arakat Mahasiswa Magang Unitri

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow