Pemkab Blitar Kembangkan Cabai Off Season Melalui DBHCHT 2025, Upaya Kendalikan Inflasi dan Perkuat Ketahanan Pangan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat ketahanan pangan di daerah. Salah satu upaya yang dilakukan, dengan mengembangkan cabai off season.

19 Nov 2025 - 19:46
Pemkab Blitar Kembangkan Cabai Off Season Melalui DBHCHT 2025, Upaya Kendalikan Inflasi dan Perkuat Ketahanan Pangan
Aktivitas petani cabai rawit di kawasan Talun, Kabupaten Blitar. (Foto:dok/Istimewa)

BLITAR, SJP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat ketahanan pangan daerah melalui inovasi budidaya cabai off season.

Program budidaya cabai off season ini dijalankan menggunakan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025 dan dikelola oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar.

Melalui program tersebut, Pemkab Blitar mulai mengembangkan penanaman cabai rawit di luar musim tanam sebagai upaya menambah pasokan saat musim penghujan atau saat periode petani tidak menanam cabai.

Dengan langkah ini, Pemkab Blitar mengharapkan mampu menjadi penyangga pasokan sekaligus penstabil harga, ketika komoditas cabai mengalami kelangkaan yang memicu inflasi daerah.

"Penanaman cabai off season ini kami arahkan saat musim hujan. Nah, biasanya wilayah utara itu hampir tidak ada petani yang menanam cabai saat musim hujan. Dengan adanya penanaman di luar musim ini, kami berharap saat musim panen tiba bisa membantu untuk menstabilkan harga," terang Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar Siswoyo Adi Prasetyo, Rabu (19/11/2025).

Dijelaskan Siswoyo, melalui alokasi DBHCHT tahun 2025 ini pihaknya memfokuskan pengembangan cabai off season pada empat Kecamatan, yakni Doko, Talun, Nglegok dan Srengat. Dimana, pemilihan lokasi ini dilakukan berdasarkan kesiapan kelompok tani, kecocokan lahan, serta pengalaman petani dalam mengelola hortikultura.

Total kawasan yang dikembangkan mencapai 16 hektare yang dibagi rata untuk empat kelompok tani, dan masing-masing kelompok tani mengelola sekitar empat hektare.

"Jadi, pada musim tanam ketiga seperti saat ini, sebagian besar petani di wilayah Blitar utara memilih menanam padi karena hujan sudah turun. Sehingga, kami memilih kelompok tani yang telah berpengalaman di hortikultura agar siap menghadapi tantangan tersebut," jelasnya.

Dalam menjalankan program cabai off season ini, DKPP tidak hanya memberikan pendampingan teknis saja. Tetapi, pihaknya juga menyediakan benih cabai, pupuk organik, pupuk kimia, dan mulsa plastik yang berfungsi sebagai penutup bedengan.

Siswoyo menyebut sampai pertengahan November 2025, proses pengadaan sarana produksi masih berlangsung. Saat ini, jadwal tanam juga sudah disusun dan nantinya bisa masuk pada periode awal musim penghujan, di bulan Desember 2025 dan diestimasi bisa memulai panen pada Februari-Maret 2026.

"Seluruh infrastruktur dasar itu disiapkan untuk memastikan petani dapat memulai tanam sesuai jadwal yang telah ditentukan," kata dia.

Lebih lanjut Siswoyo memastikan pihaknya akan terus melakukan pendampingan kepada petani selama proses budidaya berlangsung hingga masa panen tiba.

Ia berharap nantinya petani yang menjalankan program ini bisa mendapatkan hasil yang maksimal dan bisa menjadi penyangga pasokan cabai disaat masyarakat membutuhkan.

"Akan ada pendampingan berkelanjutan dari kami sejak persiapan sampai masa panen nanti," pungkasnya. (***)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow