Pemerintah Trenggalek Bangun Puluhan Huntara untuk Korban Tanah Gerak di Desa Ngrandu
Pembangunan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2025.
TRENGGALEK, SJP - Puluhan unit hunian sementara (huntara) mulai dibangun untuk warga korban bencana tanah gerak di Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek. Pembangunan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2025.
Sekretaris Daerah Trenggalek, Edy Supriyanto, mengatakan pembangunan huntara dilakukan di lokasi baru yang lebih aman dari potensi longsor dan pergerakan tanah. Saat ini, progres fisik pembangunan telah mencapai sekitar 45 persen dari total 27 unit yang direncanakan.
“Penanganan terhadap warga terdampak tanah gerak sudah berjalan. Saat ini lokasi relokasi sudah terpilih dan mulai dibangun. Harapannya, semua bisa selesai sesuai target dan segera dimanfaatkan masyarakat,” ujar Edy, Sabtu (4/10/2025).
Menurutnya, hunian sementara tersebut akan menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan layak bagi warga yang sebelumnya masih tinggal di posko pengungsian atau menumpang di rumah kerabat. Pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung agar para penyintas dapat segera beradaptasi di tempat baru.
“Selain rumah, fasilitas umum seperti listrik dan air bersih juga sedang kami dorong agar segera terpasang. Kami ingin masyarakat yang terdampak benar-benar bisa kembali hidup normal,” tambahnya.
Pembangunan huntara ini merupakan bagian dari langkah relokasi permanen yang akan dilakukan secara bertahap. Pemkab Trenggalek menggandeng berbagai instansi untuk mempercepat penyediaan sarana dan prasarana dasar di kawasan relokasi.
Seperti diketahui, bencana tanah gerak di Dusun Depok, Desa Ngrandu, terjadi pada akhir Desember 2024 lalu. Pergerakan tanah menyebabkan retakan besar dan longsor yang memutus akses jalan serta merusak sejumlah rumah warga. Akibatnya, sebanyak 119 warga harus mengungsi karena kawasan permukiman mereka dinilai berbahaya dan tidak layak huni.
Dengan pembangunan huntara ini, diharapkan para korban dapat segera menempati hunian yang lebih aman dan tidak lagi hidup dalam ketidakpastian. Pemerintah Kabupaten Trenggalek berkomitmen melanjutkan program relokasi hingga seluruh warga terdampak mendapat tempat tinggal yang layak dan berkelanjutan. (*)
Editor : Danu
What's Your Reaction?

