Peluk Hangat di Sore Ramadan, Puluhan Warga Binaan Lapas Tulungagung Buka Puasa Bersama Keluarga

Sebanyak 70 warga binaan duduk berhadapan dengan orang-orang terkasih mereka. Total sekitar 110 pengunjung memadati gedung aula. Momen berbuka puasa bersama keluarga itu menghadirkan suasana menyentuh hati yang jarang terlihat di balik tembok tinggi lembaga pemasyarakatan.

03 Mar 2026 - 21:39
Peluk Hangat di Sore Ramadan, Puluhan Warga Binaan Lapas Tulungagung Buka Puasa Bersama Keluarga
Seorang warga binaan Lapas Tulungagung menyuapi anak dalam momen buka puasa bersama. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Pada hari ke-13 Ramadan 1447 Hijriah, suasana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tulungagung tampak berbeda dari biasanya. Jika hari-hari biasa diwarnai rutinitas pembinaan yang tertib dan terjadwal, pada Selasa (3/3/2026) petang, aula Lapas justru dipenuhi suasana hangat, pelukan dan percakapan penuh rindu.

Sebanyak 70 warga binaan duduk berhadapan dengan orang-orang terkasih mereka. Total sekitar 110 pengunjung memadati gedung aula. Momen berbuka puasa bersama keluarga itu menghadirkan suasana menyentuh hati yang jarang terlihat di balik tembok tinggi lembaga pemasyarakatan.

Di sudut ruangan, seorang ibu menggenggam erat tangan putranya. Di sudut lain, anak kecil tampak tak sabar menunggu azan magrib sambil bersandar di bahu ayahnya. Kebersamaan sederhana itu terasa begitu bermakna.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik Giatja) Lapas Tulungagung, Rizal Arbi Fanani, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan setiap Ramadan.

“Alhamdulillah, pada hari ini Selasa 3 Maret 2026 kami dari Lapas Tulungagung mengadakan acara buka bersama keluarga warga binaan. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk mempererat silaturahmi antara keluarga dengan warga binaan,” ujar Rizal.

Menurutnya, komunikasi dengan keluarga menjadi kebutuhan mendasar bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.

“Yang kita ketahui, warga binaan itu membutuhkan terutama komunikasi dengan keluarga. Maka dari itu kami mengadakan acara buka bersama guna mempererat, supaya lebih indah secara komunikasi antara keluarga dan warga binaan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, sekitar 70 warga binaan mengikuti buka bersama. Sementara jumlah keluarga yang hadir juga mencapai sekitar 70 orang, dengan ketentuan maksimal empat orang untuk setiap warga binaan.

Menariknya, makanan yang tersaji dalam kegiatan tersebut dibawa langsung oleh keluarga masing-masing. Aneka hidangan rumahan mulai dari kolak, kurma, hingga lauk-pauk favorit yang mungkin sudah lama dirindukan para warga binaan.

“Untuk makanan yang disajikan itu dari keluarga warga binaan,” jelas Rizal.

Ia menegaskan, tidak ada seleksi khusus bagi warga binaan yang ingin mengikuti kegiatan ini. Lapas membuka kesempatan seluas-luasnya bagi mereka yang ingin bersilaturahmi.

“Untuk yang dikunjungi tidak ada seleksi. Kita membuka bagi yang ingin silaturahmi saja,” tegasnya.

Secara teknis, kunjungan buka bersama dilaksanakan setelah jadwal kunjungan reguler. Untuk kunjungan biasa, Lapas Tulungagung membuka layanan setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 13.30 hingga 15.00 WIB. Sementara khusus buka bersama Ramadan, kunjungan dimulai pukul 15.30 hingga 17.00 WIB dan dilanjutkan dengan acara berbuka puasa bersama.

Rizal menambahkan, kegiatan ini bukan yang pertama kali digelar. Tradisi buka bersama keluarga telah menjadi agenda rutin setiap Ramadan dan dilaksanakan setiap sepuluh hari sekali.

“Tahun kemarin juga kami adakan untuk buka bersama dengan keluarga warga binaan. Digelar setiap sepuluh hari sekali di bulan Ramadan,” ungkapnya.

Ke depan, pihaknya berencana kembali menggelar kegiatan serupa pada tanggal 12 atau 14 Ramadan.

Bagi para warga binaan, momen ini bukan sekadar berbagi takjil atau menikmati hidangan berbuka. Lebih dari itu, ini adalah ruang untuk memulihkan harapan, menguatkan tekad, dan merajut kembali kedekatan yang sempat terpisah oleh jarak dan waktu. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow