Pelaku Usaha Kue Kering Nastar di Jombang Banjir Pesanan Jelang Lebaran
Menjelang Lebaran 2025, permintaan kue kering meningkat.
JOMBANG, SJP - Pelaku usaha kue kering Nastar, Yuli Prasetyo Wati (42) mengaku mendapat kenaikan pesanan jelang lebaran 2025.
Permintaan kue kering Nastar buatan warga Jagalan, Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang itu, meningkat dua kali lipat dibanding pada hari-hari biasa.
Yuli bersama karyawan dalam sehari harus menyediakan pesanan kue kering nastar hingga 20 toples. Tiap toples memiliki berat 500 gram.
"Perhari bisa sampai 20 toples besar berukuran 500 gram bahkan lebih dan dikerjakan mulai subuh," ucap Yuli kepada wartawan, Jumat (28/3/2025).
Hari-hari biasa, Yuli juga menerima pesanan kue. Tidak hanya kue kering Nastar, tapi juga kue Kastengel, Putri Salju, Coklat Mente, Kue Mawar selai strawberry, dan kue Kacang.
"Ada juga pesanan hanya beberapa, tidak seramai jelang Lebaran," ujarnya.
Usaha kue kering rumahan yang berada di Jalan Sisingamangaraja nomer 28, Jagalan, Desa Kepatihan ini sudah dirintis Yuli bersama karyawan sejak 2005 silam. Dan terus mempertahankan kualitas sebagai bagian dari upaya kepercayaan konsumen hingga kini.
Mengenai harga kue kering, Yuli mematok harga sesuai dengan jenis kue kering yang dipesan oleh konsumen. Tiap toples diharga Rp 30 ribu hingga Rp 60 ribu.
"Semua tergantung permintaan pelanggan ingin ukuran kecil maupun besar dan khusus kotak parsel Lebaran isinya macem-macem kue juga bisa," terangnya.
Bukannya tidak ada kendala. Secara umum untuk pembuatan kue kering cukup muda. Hanya pada detail-detail pembuatan hingga pengemasan yang membutuhkan kesabaran. Mulai dari membuat adonan, mencetak bahan sesuai dengan pesanan, pemasakan, pendinginan sampai pengemasan.
"Proses pembuatan sebenarnya mudah yang sulit itu ribetnya mulai dari membentuk serta memasukkan selai naskar, memanggang kedalam oven kurang lebih 30 menit hingga matang. Kemudian satu persatu kue kering nastar tersebut di masukkan ke toples setelah kue nastar ini tidak panas," jelasnya.
Beruntung saat Lebaran ini permintaan kue kering meningkat signifikan. Meski bahan baku untuk pembuatan kue juga mengalami kenaikan harga. Untuk itu agar kemudian tidak merugi, pihaknya tetap menyesuaikan biaya pembelanjaan bahan baku dengan penjualan kue kering.
"Alhamdulillah memang ada peningkatan setiap tahunnya, untuk tahun ini omzet ada kenaikan dibandingkan bulan Ramadan sebelumnya," tandasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

