Pegiat Sosial Soroti Insiden Puskesmas Perak Jombang, Minta Bupati Gugat Kontraktor

Pemerintah harus berani menggugat kontraktor nakal yang membuat akses pelayanan publik terganggu karena kualitas bangunan buruk.

13 May 2025 - 21:16
Pegiat Sosial Soroti Insiden Puskesmas Perak Jombang, Minta Bupati Gugat Kontraktor
Pegiat sosial Jombang, Aan Anshori soroti insiden Puskesmas Perak Jombang. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP - Geram, jadi awal kata yang disampaikan Aan Anshori selaku Direktur Lingkar Indonesia untuk Keadilan (LInK) Jombang saat menanggapi insiden jatuhnya atap plafon Puskesmas Perak, Kabupaten Jombang, pada Sabtu (10/5/2025) 

Pernyataan tersebut terlontar mengingat, insiden yang hampir menimpa pasien rawat inap tersebut, terjadi pada institusi pelayanan publik yang kerap diakses oleh banyak orang tidak mampu atau miskin. 

"Aku geram sekali atas peristiwa ini, apalagi terjadi pada institusi layanan publik bagi banyak orang nggak mampu atau miskin," ucap pegiat sosial Aan Anshori dalam pesan kepada wartawan, Selasa (13/5/2025). 

Menurut Dosen Pengajar Pancasila dan Agama Universitas Ciputra Surabaya itu, memang ada beberapa catatan atas insiden tersebut. Selain harus adanya tindakan cepat Pemkab agar kerusakan segera diperbaiki, perlu juga adanya pengecekan secara menyeluruh kualitas bangunan Puskesmas Perak hasil dari garapan kontraktor. 

"Pengecekan seluruh kualitas bangunan puskesmas Perak hasil dari CV tersebut, seluruhnya. Jangan sampai terjadi lagi hal demikian," beber Aan. 

Mengingat kejadian insiden tersebut di ranah kepentingan publik, Aan meminta Bupati Jombang berani tampil ke publik untuk meminta maaf dan mengganti kerugian atas korban yang ada. 

"Serta berinisiatif menggugat kontraktor atas rendahnya kualitas bangunan," pinta aktivis Gusdurian ini. 

Bupati perlu melakukan hal tersebut agar ada terobosan dan efek jera bagi seluruh pengelola proyek di lingkungan Pemkab. Para kontraktor dengan track record jelek dimasukkan dalam black list dan diumumkan ke publik. 

Terakhir, tata laksana pengelolaan proyek perlu diperbaiki kembali, terutama penghapusan pungli maupun gratifikasi yang kerap terjadi, sehingga kualitas proyek bisa terjaga.

Sebelum itu, ambrolnya plafon ruang rawat inap pasien di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Perak, Kabupaten Jombang, kini telah diperbaiki. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, Hexawan Tjahja Widada, Selasa (13/5/2025). 

Dia mengatakan, plafon yang ambrol dan hampir menimpa pasien telah diperbaiki. Namun ketika disinggung bahwa kerusakan tidak hanya terjadi pada plafon, dia mengaku akan segera memeriksa kembali kerusakan yang terjadi.

"Proses perbaikan, sudah selesai. Enggeh, nanti dicek lagi sama anak-anak,” ucap Hexawan melalui sambungan telepon, Selasa (13/5/2025).

Pantauan di lapangan, bangunan Puskesmas Perak mengalami kerusakan di sejumlah titik. Plafon di ruang rawat pasien telah diperbaiki. Namun kerusakan tidak hanya di ruang rawat inap. Tempat salat, lobi ruang tunggu, kamar mandi, dan atap ruang tunggu juga ambrol. 

Dinding Puskesmas Perak tampak lembap dan berlumut. Kondisi itu dapat ditemukan di sepanjang jalan ruang tunggu, lorong kamar mandi, dan sejumlah dinding di area Puskesmas Perak. 

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang telah menggelontorkan dana sebesar Rp 4,2 miliar bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun anggaran 2023 untuk rehabilitasi Puskesmas Perak.

Namun, anggaran sebesar itu belum sebanding dengan kualitas bangunan yang terlihat saat ini. Terbukti, belum genap dua tahun usia bangunan, atap plafon berbahan hard board itu ambrol sepanjang 7x2 meter. Reruntuhan plafon pun nyaris menimpa pasien.

Diketahui, pengerjaan pembangunan Puskesmas Perak dilaksanakan oleh CV Makmur Sentosa. Namun, pelaksanaan pembangunan itu telah menjadi sorotan sejumlah pihak sejak kali pertama diresmikan pada akhir tahun 2023. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow