Pasca Banjir Bandang, Pemprov Jatim Janji Lakukan Normalisasi dan Bangun Bronjong di Sungai Situbondo
Demi mengoptimalkan kembali perekonomian dan juga keberlangsungan sektor pertanian serta ketahanan pangan masyarakat, pasca banjir ini pemerintah provinsi dan daerah bekerja cepat, salahs atunya dengan menormalisasi sungai di Situbondo yang rusak akibat terjangan banjir bandang.
SITUBONDO, SJP – Penanganan pascabanjir bandang di Kabupaten Situbondo menjadi prioritas pemerintah daerah guna mempercepat pemulihan ekonomi warga, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan yang terdampak cukup parah.
Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, menegaskan pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akan mengupayakan percepatan penanganan pascabanjir.
Pasalnya, selain merusak rumah warga serta infrastruktur jalan dan jembatan, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan serius pada lahan dan sarana pertanian milik warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
“Selain rumah, infrastruktur jembatan dan jalan, lahan pertanian warga terdampak banjir bandang juga banyak yang rusak. Untuk itu, pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi akan melakukan penanganan pascabanjir secepat mungkin,” ujar Ulfiyah, Ahad (25/1/2026).
Sebelumnya, Bupati dan Wakil Bupati Situbondo mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir bandang.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Khofifah menginstruksikan jajarannya agar segera melakukan perbaikan infrastruktur pertanian, khususnya saluran irigasi yang mengairi sawah di delapan desa.
Adapun desa yang terdampak dan menjadi prioritas perbaikan irigasi meliputi Desa Pasir Putih, Gunung Putri, Selomukti, Trebungan, Sumber Pinang, Bungatan, Mlandingan, dan Selowogo.
“Saat peninjauan bersama Gubernur, pemerintah provinsi memastikan dalam waktu dekat akan dilakukan perbaikan infrastruktur pertanian, terutama saluran irigasi,” kata Ulfiyah.
Perbaikan saluran irigasi tersebut diharapkan dapat segera memulihkan pasokan air untuk lahan pertanian warga seluas sekitar 1.336 hektare, sehingga aktivitas pertanian dapat kembali berjalan normal.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga akan melakukan normalisasi Sungai Lubawang dengan pengerukan sedimentasi serta pembangunan bronjong di sepanjang tepi sungai di Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi untuk mengurangi risiko terjadinya banjir susulan di wilayah tersebut. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

