Banjir Bandang Situbondo Berdampak pada 7.435 Rumah, SPPG Buduan Suboh Salurkan Bantuan Makanan
Sebanyak 7.435 rumah di Situbondo terdampak banjir bandang akibat hujan deras dan luapan sungai. SPPG Buduan hadir membantu korban.
SITUBONDO, SJP – Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Rabu (21/1/2025) malam, meninggalkan dampak yang kian meluas. Di tengah lumpur yang belum sepenuhnya mengering, data korban terus bergerak naik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo mencatat, hingga asesmen terbaru, sebanyak 7.435 unit rumah warga terdampak, meningkat signifikan dari data sebelumnya yang berada di angka 6.328 unit.
Peningkatan jumlah tersebut merupakan hasil pendataan berkelanjutan yang dilakukan tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo. Sejak banjir surut, petugas masih menyisir permukiman warga untuk memastikan tidak ada rumah terdampak yang luput dari pencatatan.
Banjir bandang ini dipicu curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Situbondo dan sekitarnya, menyebabkan sejumlah aliran sungai meluap dan merendam kawasan permukiman di enam kecamatan. Dari enam wilayah terdampak tersebut, Kecamatan Besuki tercatat sebagai daerah dengan dampak paling parah.
Di Kecamatan Besuki, sebanyak 5.414 unit rumah terendam banjir akibat luapan sungai. Dampak terparah terjadi di Desa Pesisir dengan 2.822 rumah terdampak, disusul Desa Besuki sebanyak 2.306 rumah. Sementara itu, Desa Kalimas mencatat 238 rumah terdampak, Desa Demung 44 rumah, dan Desa Bloro empat rumah.
Selain Besuki, banjir bandang juga melumpuhkan sebagian wilayah Kecamatan Banyuglugur. Sebanyak 1.271 unit rumah di kecamatan ini terdampak luapan Sungai Lubawang, dengan sebaran di Desa Kalianget sebanyak 1.065 rumah, Desa Lubawang sebanyak 140 rumah), Desa Banyuglugur ada 65 rumah, dan 1 rumah di Desa Tepos.
Dampak banjir turut dirasakan warga di kecamatan lain. Di Kecamatan Bungatan, sebanyak 113 rumah di Desa Mlandingan Wetan tergenang air. Kecamatan Mlandingan mencatat 402 rumah terdampak, masing-masing berada di Desa Selomukti (305 rumah) dan Desa Mlandingan Kulon (97 rumah).
Sementara itu, di Kecamatan Kendit tercatat 227 rumah terdampak, serta delapan rumah warga di Desa Curah Suri, Kecamatan Jatibanteng.
Di tengah situasi darurat tersebut, bantuan kemanusiaan terus mengalir ke wilayah terdampak. Tak hanya dari instansi kebencanaan dan relawan, dukungan juga datang dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Buduan, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo. Unit yang selama ini dikenal memproduksi Makan Bergizi Gratis (MBG) itu ikut turun tangan membantu korban banjir bandang.
Setiap hari, SPPG Buduan memproduksi ratusan nasi bungkus yang didistribusikan ke posko-posko pengungsian dan wilayah terdampak, khususnya di Kecamatan Besuki dan Banyuglugur. Dapur SPPG yang berlokasi di Jalan Widuri RT 3 RW 7, Desa Buduan, menjadi saksi bagaimana solidaritas sosial terbangun di tengah bencana.
Kepala SPPG Buduan Kecamatan Suboh, Bagas Deo Pradana, menegaskan, pelayanan yang mereka berikan tidak semata berorientasi pada program MBG, tetapi juga sebagai wujud kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana.
“Setiap hari kami menyalurkan sekitar 500 bungkus makanan siap saji ke posko korban bencana di wilayah terdampak banjir bandang, khususnya Besuki dan Banyuglugur,” ujar Bagas saat dikonfirmasi, Ahad (25/1/2025).
Menurutnya, aksi tersebut menjadi bentuk kehadiran SPPG di tengah masyarakat saat kondisi darurat. Ia berharap bantuan makanan siap saji itu dapat sedikit meringankan beban warga yang terdampak.
“Kami berharap bantuan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan dasar yang mendesak, menjaga kesehatan korban, serta mendukung proses pemulihan agar masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan secara layak,” tuturnya.
Bagas menambahkan, bantuan tersebut juga diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi pascabanjir sekaligus menumbuhkan rasa solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Sebagai informasi, SPPG Buduan selama ini mampu menyiapkan dan mendistribusikan 3.449 paket makanan ke 24 sekolah di Situbondo. Layanan tersebut menyasar 3.449 peserta didik, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/MA, dengan rincian PAUD 93 siswa, TK 255 siswa, SD/MI 599 siswa, SMP/MTs 670 siswa, dan SMA/MA sebanyak 1.832 siswa. (**)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

