Pasca Banjir Bandang Desa Wonoboyo, Pemkab Bondowoso Bangun Dapur Umum

OPD Di Bondowoso akan bersinergi tangani permasalahan warga yang menjadi korban Banjir Bandang

05 Feb 2025 - 21:29
Pasca Banjir Bandang Desa Wonoboyo, Pemkab Bondowoso Bangun Dapur Umum
Warga yang membersihkan material lumpur sisa banjir bandang di Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang (foto : yudis/SJP)

BONDOWOSO, SJP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso telah membuka dapur umum pasca terjadinya banjir bandang di Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang.

"Dapur umum bagi warga terdampak banjir bandang sudah dibuka di rumah Kepala Desa (Kades) Wonoboyo," ucap pelaksana harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Haeriah Yuliati, Rabu (5/2/2025). 

Menurut perempuan yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Bondowoso ini, dipilihnya rumah Kades Wonoboyo dikarenakan tidak ada lagi tempat yang memungkinkan untuk didirikannya dapur umum bagi warga. 

"Kondisi di lapangan memang sangat tidak memungkinkan dibuka dapur umum selain di rumah kades," jelas Haeriah. 

Bahkan, dirinya juga akan melihat apakah nantinya akan didirikan tenda darurat sebagai tempat pengungsian bagi warga yang rumahnya belum atau tidak bisa untuk ditinggali. 

"Nanti kita petakan lagi, apakah dibutuhkan untuk kamp bagi pengungsi atau apakah nanti pemerintah desa bisa mengupayakan agar bisa dititipkan terlebih dahulu di rumah-rumah saudaranya yang ada di sekitar sini," terang Haeriah. 

Tak hanya itu, pihak Pemkab Bondowoso juga akan mengupayakan bantuan agar anak-anak segera mendapatkan bantuan perlengkapan sekolah. Dimana, saat terjadinya banjir bandang, isi rumah hingga pakaian dan perlengkapan sekolah ikut terhanyut. 

"Yang pasti kita juga akan melakukan upaya-upaya agar anak-anak bisa segera melakukan aktivitas di sekolahnya. Kita tidak mungkin membiarkan mereka terlalu lama tidak bersekolah. Termasuk juga dilakukan trauma healing yang nanti dilakukan oleh Dinas Sosial (Dinsos)," kata Haeriah.

Bagi warga yang kehilangan data pendudukan karena terdampak banjir bandang, Haeriah menegaskan, akan segera meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten agar segera mendata ulang para korban. 

"Nanti mereka akan melakukan perekaman hingga penerbitan data kependudukan," tukasnya. 

Dirinya menegaskan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bondowoso nantinya akan bersinergi untuk menindak lanjuti permasalahan yang dihadapi oleh warga Desa Wonoboyo yang terdampak banjir bandang. 

Sementara, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, Sigit Purnomo mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa (pemdes) perihal kebutuhan mendesak yang dibutuhkan oleh warga yang terdampak banjir bandang tersebut.

"Untuk logistik kita sudah menyiapkan kasur lipat, perlengkapan mandi dan juga makanan siap saji," pungkasnya. 

Untuk diketahui, banjir bandang yang melanda Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang terjadi pada Senin (3/2/2025) malam. Bencana tersebut menyebabkan 37 rumah warga mengalami kerusakan, 12 rumah rusak berat dan 25 rumah rusak ringan. 

Namun, keesokan harinya, Selasa (4/2/2025), banjir bandang susulan kembali menerjang Desa Wonoboyo hingga menyebabkan rumah yang mengalami kerusakan bertambah berjumlah 111 rumah. 16 rumah warga mengalami rusak berat dan 95 rumah alami rusak ringan. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow