Pasca Ambruk, Kades Kemlokolegi Nganjuk Sebut Pembangunan Atap TK Darmawanita Bersumber dari Dana Desa

Proyek pembangunan TK Darmawanita merupakan salah satu prioritas pembangunan infrastruktur pendidikan di desa tersebut pada tahun anggaran 2025 di bulan Februari.

29 May 2025 - 11:45
Pasca Ambruk, Kades Kemlokolegi Nganjuk Sebut Pembangunan Atap TK Darmawanita Bersumber dari Dana Desa
Kepala Desa Kemlokolegi Baron Januar Arief Gunawan didampingi Kepala TK Dharma Wanita, Hartatik (kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP - Pasca insiden ambruknya atap gedung Taman Kanak-Kanak (TK) Darmawanita yang terjadi beberapa hari lalu, Kepala Desa Kemlokolegi Baron, Januar Arief Gunawan didampingi Kepala TK Dharma Wanita, Hartatik memberikan keterangan, bahwa pembangunan gedung tersebut didanai dari anggaran Dana Desa.

Dalam keterangan resmi kepada suarajatimpost di Kantor Desa Kemlokolegi, Kades menyampaikan bahwa proyek pembangunan TK Darmawanita merupakan salah satu prioritas pembangunan infrastruktur pendidikan di desa tersebut pada tahun anggaran 2025 di bulan Februari.

Dana yang digunakan untuk perbaikan plafon yang menurutnya tidak layak, meskipun tidak untuk perbaikan rangka yang dinilai sudah bagus.

“Pembangunan TK Darmawanita ini menggunakan Dana Desa sesuai hasil Musyawarah Desa dan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes). Semua tahapan sudah melalui prosedur yang ditetapkan,” jelas Januar Arief Gunawan, Kamis (29/5/2025).

Disinggung alokasi yang digunakan untuk membiayai TK Darma Wanita, Kades menjawab hanya membiayai plafon atap senilai Rp 10 juta, dan itu dikerjakan di bulan Februari 2025.

"Benar mas. Alokasi yang diambil dari dana desa Rp 10 juta mas, tidak untuk rangka, karena bangunannya masih bagus," ucap Kades.

Lanjut pria yang akrab disapa Mas Arief, bahwa pihaknya menyadari bahwa bangunan TK Dharma Wanita adalah aset desa.

“Kami berharap segera ditindaklanjuti, apalagi ini bencana,” ujarnya.

Sementara itu, untuk sementara kegiatan belajar mengajar di TK Darmawanita dialihkan ke balai desa guna memastikan keselamatan anak-anak dan tenaga pengajar.

Masyarakat berharap kejadian ini menjadi perhatian serius, agar tidak terulang di kemudian hari dan agar dana desa benar-benar digunakan sesuai standar dan prosedur yang berlaku. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow