Pariwisata dan Pertanian Jadi Primadona Penanaman Modal di Kota Batu
Sektor pariwisata mencatat angka tertinggi, yakni Rp 351,18 miliar, disusul konstruksi, kesehatan, perdagangan, dan pertanian. Sedangkan penanaman modal asing (PMA) berada di angka Rp 70,21 miliar, dengan sektor kesehatan menjadi penyumbang terbesar.
KOTA BATU, SJP – Di tengah perlambatan ekonomi nasional, geliat investasi di Kota Batu masih menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan tahun 2025, nilai investasi tercatat mencapai Rp755,22 miliar atau sekitar 67 persen dari target tahunan sebesar Rp1,12 triliun. Capaian tersebut menjadi sinyal bahwa Kota Batu tetap menjadi bidikan para investor, terutama di sektor pariwisata dan pertanian.
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Selasa (29/7/2025) menegaskan bahwa daya tarik investasi Kota Batu tidak menurun. Menurutnya, berbagai potensi daerah serta kemudahan perizinan yang diberikan pemerintah menjadi alasan utama investor tetap melirik Kota Batu.
"Meski ekonomi nasional sedang dalam tekanan, Kota Batu tetap menunjukkan daya tarik bagi investor. Ini membuktikan bahwa kepercayaan terhadap iklim investasi di daerah kita masih kuat," ujar Heli.
Data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batu menyebutkan, penanaman modal dalam negeri (PMDN) masih mendominasi dengan nilai Rp685,01 miliar.
Sektor pariwisata mencatat angka tertinggi, yakni Rp351,18 miliar, disusul konstruksi, kesehatan, perdagangan, dan pertanian. Sedangkan penanaman modal asing (PMA) berada di angka Rp70,21 miliar, dengan sektor kesehatan menjadi penyumbang terbesar.
"Jadi pertumbuhan investasi di sektor pertanian, khususnya yang berorientasi ekspor, mulai menunjukkan tren menggembirakan. Kita lihat potensi ekspor dari sektor pertanian makin menguat. Ini sejalan dengan upaya kami mendorong hilirisasi produk lokal agar bisa menembus pasar internasional," tambahnya.
Salah satu bentuk dukungan pemerintah adalah hadirnya Koperasi Copsae yang diharapkan menjadi motor penggerak bisnis pertanian Kota Batu ke kancah global. Pemerintah Kota Batu juga memastikan percepatan layanan perizinan investasi tetap menjadi prioritas.
Dengan stabilnya minat investor di tengah kondisi ekonomi yang melambat, Kota Batu kembali membuktikan dirinya sebagai wilayah dengan daya saing tinggi di sektor penanaman modal, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Kepastian dan kemudahan izin tetap kami kawal agar tidak menghambat pertumbuhan investasi,” tutup Heli. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

