Pameran East Food & East Pack 2025 Sedot Potensi Pasar IKM dan UMKM Mamin di Jawa Timur

Ajang pameran didominasi sektor produktivitas makanan dan minuman menyumbang sekitar 41% dari total industri pengolahan di Jawa Timur, yang secara keseluruhan berkontribusi 31% terhadap struktur PDRB provinsi.

13 Jun 2025 - 17:27
Pameran East Food & East Pack 2025 Sedot Potensi Pasar IKM dan UMKM Mamin di Jawa Timur
East Food & East Pack 2025: Bukan sekadar etalase produk, tapi forum peningkatan kualitas dan kapasitas pelaku usaha lokal diharap mampu menembus pasar internasional. (Foto: Jefri Yulianto/SJP)

SURABAYA, SJP – Pameran East Food & East Pack Indonesia 2025 yang berlangsung selama empat hari di Grand City Convex Surabaya (12–15 Juni) selain menampilkan teknologi pangan terkini dari sembilan negara, juga menyoroti dominasi sektor Industri Kecil Menengah (IKM) dan UMKM dalam peta industri makanan dan minuman Jawa Timur, Jumat (13/6/2025).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur turut menanggapi adanya pameran, Iwan menjelaskan sekira 70 persen pelaku industri makanan dan minuman di Jawa Timur berasal dari sektor IKM dan UMKM. Pameran ini pun menjadi ajang strategis bagi mereka untuk meningkatkan daya saing melalui paparan teknologi, inovasi produk, serta jejaring bisnis internasional.

"Sebagian besar kekuatan industri makanan dan minuman kita memang berada di tangan pelaku IKM dan UMKM. Karena itu, pameran seperti ini sangat penting sebagai ruang pembelajaran, kolaborasi, dan penetrasi pasar," ujar Iwan.

Ia menambahkan, bahwa sektor makanan dan minuman menyumbang sekitar 41 persen dari total industri pengolahan di Jawa Timur, yang secara keseluruhan berkontribusi 31 persen terhadap struktur PDRB provinsi. 

Artinya, sebut Iwan, pendorong utama pertumbuhan industri pengolahan berada pada sektor makanan dan minuman. Untuk itu, sebagian besar dijalankan oleh pelaku usaha berskala kecil dan menengah.

Pameran ini diikuti oleh 180 peserta dari 9 negara, termasuk 30 IKM dan UMKM lokal yang memamerkan produk unggulan mulai dari makanan olahan, minuman herbal, hingga kemasan inovatif.

"East Food & East Pack bukan sekadar etalase produk, tapi forum peningkatan kualitas dan kapasitas pelaku usaha lokal agar mampu menembus pasar internasional," kata Daud D. Salim, Chief Executive Officer (CEO) Krista Exhibitions selaku penyelenggara acara.

Selain memfasilitasi transaksi bisnis, pameran ini juga dirancang untuk mempertemukan pelaku IKM dengan teknologi baru dan calon mitra dagang. Workshop, sesi edukasi, dan kelas bisnis juga digelar untuk meningkatkan pengetahuan pelaku UMKM terkait pemasaran, ekspor, dan standar keamanan pangan.

"Kami melihat peningkatan partisipasi dari pelaku usaha kecil setiap tahun. Hal ini menunjukkan semangat mereka untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan tren global," tambah Daud.

Dengan kehadiran lebih dari 15.000 pengunjung yang telah mendaftar secara daring, dan estimasi total pengunjung mencapai 22.000 orang, pameran ini diprediksi mencatat nilai transaksi mencapai Rp100 hingga Rp150 miliar, termasuk potensi kemitraan pasca acara.

Tak hanya target transaksi saja, kata Daud juga ada tampilan kurasi UMKM dan akses rantai pasok melalui pameran juga menjadi wadah bagi program business matching, yang mempertemukan pelaku UMKM dengan calon mitra bisnis strategis.

Daud menilai langkah ini sejalan dengan upaya perluasan distribusi produk dalam negeri ke pasar ekspor.

“Kami ingin menjembatani kebutuhan industri dari hulu ke hilir, termasuk teknologi pengemasan, farmasi, dan inovasi pangan,” ujar Daud.

Dukungan terhadap UMKM , sebutnya juga datang dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan beberapa organisasi aktif bidang industri dagang antaranya Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI), Indonesian Packaging Federation (IPF).

Lalu, turut juga didukung Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI), Gabungan Industri Aneka Tenun Plastik Indonesia (GIATPI), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI), Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (APKRINDO) Jawa Timur, serta berbagai institusi strategis lainnya.

Ditambahkan juga peserta pameran, Leony Ferdinandus mengakui keberadaan pameran krista exhibition melalui East Food & East Pack 2025 ini sangat berpengaruh pada pasar potensial industri makanan dan minuman, khususnya juga semakin berkembangnya toko modern maupun UMKM lokal bermunculan dengan berbagai produk unggulan.

"Pengaruh pasar industri mamin sejalan dengan pertumbuhan produk baru dari olahan makanan dan minuman baik lokal maupun sudah packing/kemasan modern. Justru dengan pertemuanbdi pameran ini akan bisa saling mengisi kebutuhan yang diinginkan pasar dengan karakterisktik daerah yang bermunculan diserap tumbuh positif dan optimal," urainya dengan produk distributor kaldu jamur totole Jawa timur. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow