Operasi Semeru 2025, Polisi Nganjuk Sebut Angka Kecelakan Anjlok

Tujuan utama dari operasi ini adalah menurunkan angka kecelakaan. Dengan kegiatan ini, tingkat kecelakaan dapat dikurangi. Terutama menjelang Hari Raya Idulfitri 2025. 

10 Feb 2025 - 21:19
Operasi Semeru 2025, Polisi Nganjuk Sebut Angka Kecelakan Anjlok
Kapolres Nganjuk AKBP Siswantoro saat mengecek mobil patroli di halaman Polres Nganjuk (kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP - Kapolres Nganjuk AKBP Siswantoro meluncurkan Operasi Keselamatan Semeru 2025 yang akan berlangsung selama 14 hari mendatang.

Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Tutud Prastyawan mengungkapkan, operasi ini lebih banyak difokuskan pada edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai keselamatan berlalu lintas. 

"Operasi ini lebih banyak untuk mengimbau dan mengedukasi masyarakat tentang keselamatan berlalu lintas, serta menekan angka kecelakaan," ujar AKP Tutud, Senin (10/2/2025).

Tujuan utama dari operasi ini adalah menurunkan angka kecelakaan. Dengan kegiatan ini, tingkat kecelakaan dapat dikurangi. Terutama menjelang Hari Raya Idulfitri 2025. 

“Kami berharap, dengan persiapan menjelang Idulfitri, saat memasuki bulan puasa nanti, tingkat fatalitas kecelakaan bisa menurun,” tambah Tutud.

Oleh karena itu, pihaknya berharap masyarakat setempat dan pendatang yang hendak berkunjung ke Nganjuk agar tertib mematuhi peraturan lalu lintas.

“Kita berharap bisa memberi dampak positif kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang akan berlibur atau pulang kampung,” ungkap AKP Tutud.

Operasi ini juga mencakup penindakan tilang. Penindakan akan difokuskan pada pelanggaran tertentu. Terutama pelanggaran yang bisa membahayakan keselamatan. 

"Penindakan akan ada, kita fokus pada pelanggaran ETLE (elektronik), baik statis maupun mobile. Namun ada sepuluh prioritas pelanggaran yang menjadi fokus," jelasnya.

Sepuluh prioritas yang dimaksud meliputi berkendara dalam kondisi mabuk, melanggar batas kecepatan, tidak menggunakan helm, melawan arus lalu lintas, dan menerobos lampu merah.

Kemudian, menggunakan ponsel saat berkendara, tidak menggunakan sabuk pengaman, berkendara di bawah umur, berboncengan motor lebih dari satu orang, serta kendaraan tidak sesuai spesifikasi.

"Kami akan melakukan penindakan selektif terhadap pelanggaran yang terjadi. Terutama yang bisa meningkatkan risiko kecelakaan," ungkap AKP Tutud.

Operasi ini melibatkan personel gabungan yang tidak hanya dari Polres Nganjuk, tetapi juga gabungan dari instansi terkait lainnya. Setiap harinya, patroli dan pengawasan dilakukan di titik-titik rawan kecelakaan.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk lebih disiplin dalam berlalu lintas demi keselamatan bersama. Operasi ini diharapkan mampu menciptakan situasi yang kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas ibadah dan mudik dengan aman dan nyaman. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow